Sabtu, 4 Februari 2023

Sayaga Genjot Wisata

- Rabu, 20 Maret 2019 | 11:09 WIB

METROPOLITAN – Potensi wisata di Kabupaten Bogor sangat tinggi. Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, ada 380 titik lokasi wisata yang tersebar seantero Bumi Tegar Beriman. Tak aneh, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah komando Bupati Bogor, Ade Yasin, getol mendorong percepatan pembangunan di bidang pariwisata demi menggenjot potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BAK gayung bersambut, PT Sayaga Wisata kini gencar mem­bidik lokasi wisata untuk di­kelola. Selain mengoptimalkan potensi wisata yang sudah berjalan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pa­riwisata itu siap menindakla­njuti apa yang menjadi fokus dan arahan pimpinan Pemkab Bogor. “Fokus utama tetap pada pembangunan Hotel Sayaga yang kini masih tahap penger­jaan. Makanya kami putar otak mencari celah lain demi men­dukung program pemkab. Yang terdekat, menindaklanjuti kerja sama antara pemkab dengan Lembaga Ilmu Peng­etahuan Indonesia (LIPI) soal rencana membuat Kebun Raya Cibinong (KRC),” terang Direk­tur Umum dan Keuangan (Di­rum) PT Sayaga Wisata, Ami­nudin, kemarin. Selain itu, sambung dia, merin­tis pengelolaan wisata di Gunung Salak Endang (GSE) terdapat banyak titik potensi wisata yang bisa dikembangkan dan lebih tertata. Rencana tersebut tengah dijajaki bersama warga sekitar. “Kebun Raya Cibinong kan sudah ada kerja sama, tinggal kita tindak lanjuti. Nah yang GSE itu, kita cari skema terbaik untuk pengelolaan agar bisa mendapatkan untung,” ujarnya. Tak hanya itu, beberapa lo­kasi wisata nyatanya sudah menghasilkan profit bagi pe­rusahaan pelat merah tersebut. Di antaranya pemandian air panas Tirta Sayaga di Ciseeng yang sudah berjalan dua tahun dan menghasilkan keuntungan Rp600 juta per tahun. Apalagi kehadiran pemandian air panas mampu memberdayakan pen­gusaha hingga menyerap te­naga kerja lokal. Di antaranya soal pengelolaan parkir yang menggandeng pengusaha lokal. Selain itu, kebersihan hasil kerja sama dengan warga se­tempat. “Sejak awal itu kan kita masuk tanpa modal, makanya kita menggandeng investor yang kontrak lima tahun dengan investasi awal Rp4 miliar. Ter­nyata potensinya luar biasa, apalagi akhir pekan sampai libur Lebaran. Kontribusi ke desa juga, dulu kumuh, sekarang tertata,” papar Amin. Setali tiga uang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana, siap meninda­klanjuti fokus utama pemkab di bawah pimpinan Bupati Bogor Ade Yasin. Ia mengakui banyak potensi wisata yang belum tergali maksimal. ”Apa­lagi ini sangat baik untuk roda pembangunan ekonomi ma­syarakat,” ujarnya. Menilik website resmi Dis­budpar Kabupaten Bogor, ra­tusan lokasi atraksi atau daya tarik wisata yang mulai ter­kelola dengan baik, misalnya kawasan wisata konservasi GSE, jumlah atraksi wisata di sana mencapai 20 lokasi atraksi dengan fasilitas pendukung berupa penginapan tiga tempat. Lalu, di Lido ada 10 atraksi dengan 13 penginapan dan 8 kuliner. Sedangkan Puncak, ada 7 lokasi atraksi dan 67 pengi­napan serta 57 kuliner. Tak hanya itu, di Sentul ada 14 lo­kasi atraksi, 3 penginapan dan 55 kuliner yang menjadi daya tarik wisata masyarakat. Bupati Bogor, Ade Yasin, per­nah menyebut pemkab harus cermat dalam setiap program yang sedang dan akan dijalan­kan, sehingga tidak ada program yang tidak bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun memprio­ritaskan konsentrasi di dunia pariwisata, termasuk infrastruk­tur berbasis pariwisata akan dimaksimalkan. Politisi PPP itu mengakui pi­haknya masih mematangkan persiapan program untuk me­ningkatkan PAD dari sektor kepariwisataan, termasuk peng­anggaran. Dengan catatan tanpa mengurangi pos angga­ran prioritas dan strategis lain, seperti bidang pendidikan dan kesehatan. ”Itu tetap prioritas kami,” tegasnya. Daripada memaksimalkan PAD dari sektor lain semisal pertambangan, ia ingin ada program berbasis pembangu­nan berkelanjutan di bidang pariwisata. Semua itu lantaran bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah untuk daerah, pariwisata juga lebih dekat dengan konservasi dan men­jaga alam lingkungan. ”Misal tambang, saya nggak mau lagi, karena membuat alam rusak. Lebih baik tingkatkan pariwi­sata yang lebih pada konser­vasi menjaga alam lingkungan,” terangnya. Di beberapa daerah, sambung dia, kebangkitan potensi wi­sata sudah terasa. Banyak rumah di sekitar tempat wisata yang mulai dijadikan homestay atau rumah singgah bagi wisatawan. ”Ini kan pemberdayaan masy­arakat yang juga meningkatkan potensi ekonomi,” katanya. Ia pun memastikan bakal ba­nyak objek wisata baru di 40 kecamatan se-Kabupaten Bo­gor. Untuk menggenjot po­tensi pariwisata desa, AY ingin ada potensi wisata yang harus bisa dimaksimalkan jadi tem­pat wisata. ”Nanti banyak orang ke Bogor untuk sekadar jalan-jalan ke tempat wisata desa. Tentu diimbangi target wisa­tawan yang harus meningkat juga,” pungkas AY. (ryn/c/yok/py)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X