Minggu, 5 Februari 2023

Soenmandjadja Disambut Warga

- Senin, 1 April 2019 | 10:02 WIB

METROPOLITAN - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI, Tb Soenmandjaja, menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI demi melaksanakan perintah Undang-undang MD3 yakni, menugaskan pimpinan dan anggota MPR untuk menyosialisasikan Pancasila, Undang-Undang Dasar NKRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang salah satu tujuannya adalah untuk merespon aspirasi masyarakat. Tb. Soenmandjaja mengatakan, MPR tidak mungkin sendiri dalam melakukan sosialisasi sebab jumlah anggota MPR sangat terbatas. Selain itu, mereka juga disibukkan oleh aktivitasnya di DPR dan DPD, sebab anggota MPR adalah anggota DPR dan DPD. Di kedua lembaga itu, menurut Kang Sunman demikian biasa dia disapa, sejak dirinya menjadi anggota DPR/MPR periode 1999-2004, sosialisasi ini belum dikenal, baru dilaksanakan sejak 2004- 2009. Pada saat itu, namanya Sosialisasi Putusan MPR, kemudian periode 2009-2014 menjadi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, namun setelah ada keputusan MK hingga kini (30/03/2019) namanya berubah menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Soenman berharap, agar dalam sosialisasi ini pemerintah mengambil peran yang besar melalui jaring- jaring kekuasaan hingga sampai daerah. Perlunya keterlibatan pemerintah dalam mensosialisasikan Pancasila, keinginan itu telah disampaikan MPR kepada Presiden SBY dan Presiden Jokowi. Dan saat ini, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Lembaga ini membantu presiden dalam pemantapan dan sosialisasi pancasila. ”Alhamdulilah telah terbentuk unit kerja itu,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan anggota FPKS MPR itu saat menjadi narasumber pada acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini di hadapan para kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan dan beberapa kelompok pemuda, di Aula PGRI Kecamatan Nanggung, (30/03). Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh tidak kurang dari 150 peserta tersebut, Soenman memaparkan sejarah dalam proses lahirnya Pancasila, Undang- Undang Dasar NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dikatakan, sebenarnya Pancasila telah disepakati oleh para tokoh dan pendiri bangsa ini. Walaupun terjadi perdebatan dan pergulatan pikiran yang sangat panjang kala itu, namun para tokoh bangsa ini sepakat demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Demi menjaga keselamatan bangsa ini di masa mendatang. “Pergulatan pemikiran yang cukup panas terjadi kala itu terkait dasar negara kita, yakni Pancasila. Para tokoh nasional seperti Muhammad Yamin, Bung Karno, M. Natsir dan Profesor Supomo para tokoh NU dan Muhammadiyah terlibat dalam perdebatan yang panjang dan berliku,” bebernya. Terutama perdebatan para tokoh Islam dan nasionalis, terkait Pancasila sila pertama yang termaktub dalam The Jakarta Charter. Tak kurang tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo angkat bicara dan berdebat dengan anggota PPKI lainnya. Itulah kebesaran jiwa para pendiri bangsa ini, demi keutuhan bangsa, mereka mengesampingkan semua perbedaan tersebut dan sepakat dengan Pancasila yang kita saksikan saat ini. Pada saat ini banyak terjadi penyimpangan terhadap nilainilai luhur Pancasila yang menyebabkan terjadinya kegaduhan politik. Untuk itu dirinya berharap kepada peserta untuk mempertahankan Pancasila dengan serius. “Penting sekali kaum muda untuk merealisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari” agar dapat memperjuangkan keutuhan NKRI,” tukas lelaki pencinta Soto Bogor tersebut. (ald/yok)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X