Seluruh perguruan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program tersebut.
Melalui kegiatan ini, FORKI Kota Bogor berharap dapat mempererat sinergi antarperguruan dan memperkuat fondasi untuk membawa karate Kota Bogor menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.***
FORKI Kota Bogor Gagas Satu Perguruan Karate Tiap Kecamatan
METROPOLITAN.ID - Mengawali kegiatan usai Idul Fitri, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Bogor mengadakan Halal Bihalal sekaligus Rapat Kerja di Hotel Bigland, Bogor, Minggu 27 April 2025.
Acara ini diikuti oleh jajaran pengurus serta lima perguruan karate yang berada di bawah naungan FORKI Kota Bogor.
Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk menyusun strategi pengembangan karate di Kota Bogor.
Ketua Umum FORKI Kota Bogor, Reza Rasyanto Permana, menekankan pentingnya membangun solidaritas antarperguruan demi kemajuan bersama.
“Kita harus membangun kekuatan secara kolektif. Tidak boleh ada perguruan yang tertinggal. Kita harus maju bersama, satu untuk semua, semua untuk satu," tegas Reza.
Reza juga menyoroti masih adanya wilayah di Kota Bogor yang belum tersentuh pembinaan karate secara maksimal.
Pemerataan kehadiran perguruan di setiap kecamatan pun menjadi salah satu program prioritas.
“Karate harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, tidak hanya untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga untuk memperkuat budaya olahraga di berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Setelah acara Halal Bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja yang membahas sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kualitas pembinaan atlet hingga persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional.
"FORKI Kota Bogor harus menjadi rumah besar bagi para atlet untuk berkembang dan berprestasi. Pembinaan tak hanya soal teknik, tetapi juga membentuk karakter dan semangat juang," imbuh Reza.
Dalam rapat tersebut, berbagai gagasan pun bermunculan, seperti memperbanyak kejuaraan internal, mengadakan pelatihan rutin untuk wasit dan pelatih, serta memperkuat pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.
Seluruh perguruan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program tersebut.