berita-utama

Siapa Firoos Ghathfaan Ramadhan? Remaja Subang yang Diganjar Penghargaan NASA karena Temukan Celah Keamanan

Kamis, 16 April 2026 | 08:13 WIB
Kisah Firoos Ghathfaan Ramadhan, remaja 14 tahun asal SMP IT Al-Alamy Subang yang menemukan celah keamanan di sistem NASA. (Ist)

METROPOLITAN.ID - Seorang remaja asal Kabupaten Subang, Firoos Ghathfaan Ramadhan, mencuri perhatian setelah menerima penghargaan dari NASA.

Prestasi tersebut diraih setelah ia berhasil mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem digital NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP).

Firoos yang masih berusia 14 tahun dan duduk di kelas VIII SMP IT Al-Alamy Subang ini menunjukkan bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang keamanan siber.

Baca Juga: Parkir RSUD jadi Polemik, DPRD Kabupaten Bogor Bakal Bongkar Sistem Pengelolaan Pihak Ketiga

Sebagai peneliti keamanan independen atau ethical hacker, Firoos menemukan potensi kerentanan pada sistem digital NASA.

Temuan tersebut kemudian diapresiasi sebagai kontribusi penting dalam meningkatkan keamanan ekosistem digital lembaga tersebut.

Penghargaan diberikan melalui surat resmi yang ditandatangani Kelvin Taylor selaku Senior Agency Information Security Officer NASA pada Jumat (10/04/26).

Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Minta Pelaku Pungli Kemenag Diproses Hukum, Bikin Ribuan Guru Dirugikan

"Pelaporan Anda telah membantu meningkatkan kesadaran NASA terhadap kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui, serta membantu kami melindungi integritas dan ketersediaan informasi penting NASA," tulis Kelvin Taylor.

Ketertarikan Firoos terhadap dunia teknologi informasi telah tumbuh sejak usia dini.

Ia mempelajari keamanan digital secara mandiri dengan memanfaatkan sumber terbuka di internet.

Baca Juga: Eva Rudy Susmanto Ajak Kader PKK di Kabupaten Bogor Tingkatkan Peran Sosial dan Pengabdian

Dalam prosesnya, Firoos menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT), yakni teknik pengumpulan dan analisis informasi dari sumber publik.

"Awalnya, saya mengumpulkan berbagai URL dari Instagram, dari URL tersebut kemudian dilakukan pengecekan satu per satu link yang ada, untuk memastikan link tersebut apakah masih aktif atau sudah tidak valid," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini