Sabtu, 18 April 2026

Wajah Baru Cibinong Raya, Bupati Resmikan Tugu Pancakarsa

admin metro, Metropolitan
- Selasa, 28 Desember 2021 | 10:40 WIB

METROPOLITAN - Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan Tugu Pancakarsa di Simpang Sirkuit Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Senin (27/12) malam. Peresmian itu menjadi penanda wajah baru Cibinong Raya yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Bogor. Tugu Pancakarsa merupakan bagian dari program City Beautification Project atau penataan kawasan Cibinong Raya. Selain meresmikan Tugu Pancakarsa, Ade Yasin juga menandatangani pra­sasti Taman Perubahan Bojonggede, Taman Tematik Jasinga, Alun- Alun Leuwiliang, Taman Tematik Klapanunggal, dan Alun-Alun Cariu. ”Kalau dulu orang bilang, Cibinong itu kampung besar. Sekarang sudah menjadi kota. Cantik, indah, rapi. Pelan-pelan kita tata kota kita,” kata Bupati Bogor Ade Yasin. Ade Yasin menjelaskan selain menjadi ikon baru Kabupaten Bogor, Tugu Pancakarsa juga dibangun untuk mengurangi kemacetan menahun di Sim­pang Sirkuit Sentul. Tugu Pancakarsa dikelilingi bundaran jalan raya yang meng­gunakan sistem flow searah jarum jam. “Adanya tugu ini, yang per­tama adalah untuk mengurangi kemacetan yang selama ini belum terpecahkan. Kita juga sudah membebaskan tanah di sekitarnya. Sehingga sistemnya itu satu arah, memutar searah jarum jam,” jelasnya. “Sehingga tidak ada lagi kemacetan-kemacetan yang cukup signifikan. Jadi nanti dari tol itu keluar, lewat kiri, terus langsung ke arah Cibi­nong atau ke arah Jakarta atau ke Bogor. Tapi kalau dari Ci­binong bisa juga ke kiri dulu, jadi muter. Jadi flow-nya se­perti arah jarum jam,” imbuh Ade Yasin. Tak hanya itu, Tugu Panca­karsa dibangun dengan penuh filosofi. Terdiri dari lima la­wang. Yaitu, Lawang Kori yang berada di depan Cibinong City Mall (CCM) yang dibangun saat pemerintah daerah per­tama di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Edi Yoso. Lawang Kori disatukan menjadi lima yang menggambarkan program utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yaitu Panca­karsa. “Kita tetap memelihara pe­ninggalan bersejarah dari pen­dahulu kita atau dari nenek moyang. Tetapi kita terjemah­kan ke dalam lima program yang memang bermanfaat untuk masyarakat, yaitu Pan­cakarsa,” ungkapnya. Menurutnya, keberadaan Tugu Pancakarsa yang ikonik ini juga bisa menjadi tempat berswafoto masyarakat. Namun, ia meminta masyarakat tidak makan dan minum di area tugu karena tidak disediakan tempat sampah. “Tugu itu hanya sebagai ikon dan hanya untuk selfie. Tidak ada orang makan di situ atau menyampah di situ. Kita juga harus menjaganya agar tidak ada aksi vandalisme di sini,” tegas Ade Yasin. Tahun ini, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran daerah senilai Rp356,5 miliar untuk penataan kawasan Ci­binong Raya berupa Tugu Pan­cakarsa, pedestrian, pening­katan kualitas jalan, penga­daan tempat sampah, hingga rambu lalu lintas. Penggunaan anggaran terse­but tersebar di empat perang­kat daerah. Rinciannya, Rp328 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rp21 miliar pada Dinas Perumahan, Kawasan Permu­kiman dan Pertahanan (DPKPP), Rp437 juta pada Dinas Ling­kungan Hidup (DLH), dan Rp7,3 miliar pada Dinas Perhubung­an (Dishub). Program ini juga akan dilanjut pada tahun berikutnya. Selain pembangunan di wilayah Ci­binong Raya, Ade Yasin menga­ku akan membangun wilayah lainnya dengan memaksimal­kan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dan program pembangunan melalui PUPR. “Karena kan wilayah kita sangat luas, terdiri dari 416 desa dan 19 kelurahan. Itu juga bagian porsi pembangu­nan,” tandas Ade Yasin. (fin/ run)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X