Rabu, 8 Februari 2023

Imbas Proyek Jembatan Otista, Jalan bakal Ditutup, Pengusaha Sekitar Cemberut

- Senin, 28 November 2022 | 10:01 WIB
INFRASTRUKTUR: Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Otista yang akan diperlebar Pemerintah Kota Bogor pada tahun depan.
INFRASTRUKTUR: Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Otista yang akan diperlebar Pemerintah Kota Bogor pada tahun depan.

Ada waktu kurang lebih satu bulan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meluluhkan hati warga sekitar yang terdampak rencana pembangunan Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista). Terutama para pengusaha yang ada di sepanjang Jalan Otista yang rencananya bakal ditutup selama pengerjaan. RENCANA Wali Kota Bogor Bima Arya menutup Jalan Otista selama sembilan bulan membuat Alan (49), pemilik usaha isi ulang oksigen di Jalan Otista, RT 03/01, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, bing­ung. Sebab, hingga kini belum ada pembicaraan apa pun dari pemerintah daerah dengan pengusaha yang ada di sekitar Jalan Otista. Sementara, ren­cana penutupan Jalan Otista itu dipastikan akan berdampak terhadap usaha yang mereka geluti untuk menafkahi kelu­arganya. “Dulu ada undangan, cuma untuk pembebasan saja. Itu pun bagi warga yang (lahannya, red) dibebaskan. Untuk keter­libatan masyarakat dan pen­gusaha di sini (terkait pembangunan Jembatan Otista, red), tidak ada,” kata Alan saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (27/11). Alan pun mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Bogor. Sebab, ia bersama para pen­gusaha yang ada di sekitar Jembatan Otista baru menge­tahui rencana pembangunan ini dan akan dilakukannya penutupan Jalan Otista mela­lui pesan berantai di grup WhatsApp (WA). “Itu tahunya dari grup WA, ada yang ngirim video Wali Kota Bima Arya. Sementara, kita baru banget tahu, belum pernah dilibatkan,” ucapnya. Dengan wajah yang kelihatan murung, Alan mengaku ke­cewa dengan sikap Pemkot Bogor yang terkesan mendadak dalam memberikan informa­si. “Tidak dilibatkan sama se­kali. Diajak ngobrol atau diun­dang, seperti ini pak dam­paknya. Kayaknya akan begi­ni-gini. Ini malah langsung mengumumkan akan lelang proyek. Langsung gitu saja,” keluhnya. Ia pun tak tinggal diam. Ren­cananya, Alan bersama pen­gusaha lain yang ada di sekitar Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor akan mengirim surat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, meminta agar dicarikan so­lusi terkait keberlangsungan hidup mereka. “Suratnya rencananya akan kita tunjukkan ke dewan, agar bisa difasilitasi bertemu dengan wali kota dan wakilnya untuk meminta penjelasannya ba­gaimana nasib kami ini,” ung­kapnya. “Karena otomatis dengan adanya pembangunan jemba­tan ini akan berdampak ke kita, dan dampak ekonominya kita rugi. Nggak mungkin tidak terganggu,” ujarnya. Disinggung kapan surat akan dikirimkan ke DPRD Kota Bo­gor, Alan mengaku akan me­rundingkan terlebih dahulu dengan para pengusaha yang berjumlah sekitar 15 pemilik toko yang ada di sekitar Jem­batan Otista. “Rencananya Senin. Tapi kita lihat nanti. Semoga pada bisa di hari Senin. (Tapi yang pasti, red) Kita sudah sepakat dan sudah membahas. Ren­cananya kita mau berbarengan ke sananya, dan nanti juga kita akan bawa bukti-bukti bahwa kita memang usaha di sini,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Sekre­taris Komisi III DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus menga­ku belum mengetahui persoa­lan tersebut. Namun, ia meya­kini akan menindaklanjuti persoalan itu apabila surat aduan dari warga sudah dite­rima DPRD. “Kita belum tahu. Nanti kita tindak lanjuti setelah suratnya masuk ke DPRD ya,” singkat Pepen. Diketahui, Pemkot Bogor berencana menutup Jalan Otista yang terletak di Keca­matan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada tahun depan. Penutupan Jalan Otista yang diperkirakan memakan waktu sembilan bulan itu sendiri dilakukan menyusul Pemkot Bogor berencana membangun dan melebarkan Jembatan Otista. Terkait pembangunan Jem­batan Otista, Pemkot Bogor menyiapkan opsi rekayasa lalu lintas dengan menghapus sementara SSA di seputaran kawasan Kebun Raya Bogor. Bima Arya mengatakan, opsi yang diambil ketika dila­kukan penutupan selama pengerjaan adalah dengan menerapkan sistem rekayasa seperti sebelumnya bisa dila­lui dua arah. “Kemungkinan besar nanti akan kembali dulu menjadi dua arah. Nggak mungkin jadi SSA. Jadi nanti akan ada dua arah sampai Suryakencana,” kata Bima Arya. Sistem rekayasa yang di­maksud nantinya kendaraan dari arah Tol Jagorawi ataupun arah Lippo Plaza Ekalokasari yang mengarah ke Tugu Kujang dapat langsung mengarah menuju Jalan Jalak Harupat. Kemudian, kendaraan yang menuju mal BTM juga dapat langsung mengakses Jalan Juanda hingga langsung belok ke Jalan Suryakencana. Rekayasa lalu lintas itu bak­al diterapkan selama penger­jaan Jembatan Otista atau selama sembilan bulan peng­erjaan. Bima Arya mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk melakukan pen­gondisian. Mengingat, imbas pembangu­nan Jembatan Otista yang menelan anggaran Rp52 mi­liar dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) ini, Jalan Otista kemun­gkinan besar akan ditutup total selama pengerjaan. Tu­juannya mengejar waktu pembangunan selesai sesuai target yang sudah ditentukan. “Karena ini bukan multi years atau tahun jamak, ini tahun anggaran di 2023. Harus sele­sai. Artinya, kita perhitungkan. Kalau April sudah bisa ground­breaking, maka dalam waktu sembilan bulan ini akan tar­getnya selesai di Desember 2023,” jelas Bima Arya. “Prosesnya semua sudah siap. Lahan sudah dibebaskan. Su­dah juga tercatat di aset kita, dan proses pemberkasan un­tuk lelang manajemen kon­struksinya juga sudah siap oleh PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, red). Saya akan betul-betul awasi, pelo­toti semua tahapannya supaya tepat waktu dan tidak gagal lelang,” tegasnya. Sementara itu, beber Bima Arya, untuk konsep pembangu­nan Jembatan Otista akan dibongkar total atau dibangun baru. Nantinya lebar Jembatan Otista akan diperluas karena akan menyediakan empat laju. Selain itu juga akan dise­diakan jalur trem untuk anti­sipasi koridor trem di masa depan. “Saya akan pelototi dan amati secara betul-betul pro­ses dan tahapannya agar pelaks­anaannya tepat waktu dan tidak gagal lelang. Jadi selain dilebarkan menjadi empat lajur, konstruksinya akan di­sediakan lajur khusus untuk trem. Utamanya konstruksinya harus kuat. Sebisa dan semak­simal mungkin bisa mengurai kemacetan,” tegas Bima Arya, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Bima Arya juga mengingatkan untuk warga Bogor, termasuk warga Jakarta dan sekitarnya yang hendak mengunjungi dan berkegiatan di Bogor, bahwa akan ada rekayasa lalu lintas selama sekitar sembilan sampai sepuluh bulan imbas pembangu­nan Jembatan Otista. “Jadi jalur ini tidak akan bisa dilewati total. Dan ini imbau­an untuk warga Bogor, sudah pasti akan ada dampaknya bagi aktivitas warga,” imbuh Bima Arya. “Saya minta camat, lurah, untuk melakukan sosialisasi kepada warga dari sekarang. Karena akan ada penyesuaian aktivitas selama sembilan sampai sepuluh bulan. Ter­masuk tentunya akan ada aktivitas ekonomi yang ter­dampak di Jalan Otista dan Suryakencana ini,” lanjutnya. Disinggung apakah rencana penutupan Jalan Otista ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Istana Bogor, Bima Arya mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Istana untuk jalur keluar-masuk bagi pre­siden. “Segera dalam beberapa hari ke depan kita akan koor­dinasi intens dengan kepoli­sian dan pihak Istana,” tegasnya. Untuk kegiatan bongkar-bangun Jembatan Otista, Ke­pala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan dimensinya akan ada peleba­ran guna penambahan satu lajur untuk trem yang luas, yang dibutuhkan kurang lebih se­kitar 3,7 meter. “Kalau dimaksimalkan meng­gunakan empat lajur dari Tugu Kujang hingga jembatan, berarti akan ada penambahan lagi dari desain sekarang. Ku­rang lebih 3,7 meter plus 1,3 meter. Sekitar 5 meteran untuk lebarnya. Panjang yang di­bangun sekitar 50 meter. Se­moga koordinasi dan kegiatan­nya berjalan lancar,” tandas Chusnul. (rez/rb/feb/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Sopir Angkot Racik Ganja Sintetis lewat Video Call

Rabu, 8 Februari 2023 | 10:08 WIB

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB
X