Sabtu, 18 April 2026

Tangis Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usai Segel Eiger Adventure Land Puncak Bogor: Ini yang Berikan Izin Siapa?

Nur Arifin., Metropolitan
- Kamis, 6 Maret 2025 | 19:36 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menangis saat melihat pembangunan Eiger Adventure Land di kawasan hulu Puncak Bogor, Kamis, 6 Maret 2025. (Arifin - Metropolitan)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menangis saat melihat pembangunan Eiger Adventure Land di kawasan hulu Puncak Bogor, Kamis, 6 Maret 2025. (Arifin - Metropolitan)


METROPOLITAN.ID
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nampak menangis saat memandang hamparankawasan Eiger Adventure Land di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang sedang dalam tahap pembangunan, Rabu, 6 Maret 2025.

Dedi Mulyadi melihat kawasan hulu di Puncak Bogor itu beralih fungsi dan mempertanyakan bagaimana proses izin bisa dikeluarkan.

Bahkan, ia sempat menyinggung apakah izin yang sudah keluar bisa dicabut.

"Ini yang berikan izinnya siapa, dari sisi aspek regulasi bisa rekomendasikan untuk dicabut?" tanya Dedi saat berbincang dengan salah satu petugas Kementerian Lingkungan Hidup di tempat wisata Eiger Adventure Land usai melakukan penyegelan.

Dari salah satu bangunan Eiger Adventure Land, Dedi Mulyadi juga nampak tercengan dan menanyakan mengapa ada pengerjaan bangunan yang masuk area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Bangunan tersebut diketahui merupakan pondasi untuk pembangunan jembatan gantung Eiger Adventure Land.

"Itu masuk taman nasional? Kok bisa," heran Dedi Mulyadi.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menangis saat melihat pembangunan Eiger Adventure Land di kawasan hulu Puncak Bogor, Kamis, 6 Maret 2025.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menangis saat melihat pembangunan Eiger Adventure Land di kawasan hulu Puncak Bogor, Kamis, 6 Maret 2025. (Arifin - Metropolitan)

Eiger Adventure Land menjadi lokasi keempat di kawasan Puncak Bogor yang disegel setelah Pabrik teh milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), Hibich Fantasy PT Jaswita dan bangunan lama PTPN 1 Regional 2 oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Ini lokasi yang terakhir (disegel) hari ini. Kami dapat aduan masyarakat begitu banyak dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa, ini dalam rangka juga menegakkan aturan hukum yang berlaku," ujar Menko Pangaj Zulkifli Hasan alias Zulhas.

Menurutnya, kawasan resapan yang telah dibangun ke depannya akan ditata ulang menjadi kawasan hutang lindung.

"Jadi gini, ini memang akan ditata ulang, termasuk tadi kawasan taman nasional, kawasan konservasi, kawasan lindung. Ini nanti kita lihat, tentu kalau melanggar akan dikoreksi, dikembalikan ke posisi semula," ungkapnya.

Ia juga mengaku tak mempermasalahkan kehadiran wisata edukasi seperti Eiger Adventure Land.

Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kawasan huku agar tetap terjaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Bank Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 16 April 2026 | 13:57 WIB
X