Ia menyebut, tantangan masih dihadapi terutama pada wilayah yang belum teraliri air selama 24 jam. Hal itu dipengaruhi oleh penambahan jaringan baru yang berdampak pada sistem hidrolis dan aliran pipa eksisting.
Untuk mengatasi hal tersebut, Tirta Pakuan menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari prioritas perbaikan kebocoran berdampak kritis, monitoring dan evaluasi jaringan secara ketat, hingga penguatan sistem melalui pemasangan pompa dorong yang direncanakan pada 2026.
“Kami juga memohon bantuan informasi dari rekan-rekan wartawan. Jika ada laporan kebocoran, kami siap segera memperbaikinya,” ujar Dani.
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menjelaskan, penguatan kinerja perusahaan juga dilakukan melalui penyesuaian struktur organisasi.
Sejak Desember 2025, jumlah direksi bertambah dari tiga menjadi empat posisi, dengan pembagian tugas yang lebih spesifik untuk mendorong efektivitas kerja.
“Direktur Pelayanan dan Bisnis fokus pada eksternal dan peningkatan pendapatan, Direktur Operasional memastikan suplai dan kualitas, sementara direktur administrasi dan keuangan mengurus proses internal,” jelas Rino.
Ke depan, Tirta Pakuan juga mulai merambah bisnis baru di sektor pengelolaan air limbah. Langkah ini dinilai sebagai upaya jangka panjang dalam menjawab kebutuhan layanan air perkotaan.
“Tentu ada pro dan kontra. Tapi kalau tidak kita mulai sekarang, ini tidak akan pernah terjadi. Ini langkah kita menjemput masa depan Kota Bogor yang lebih baik,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi juga menyampaikan permohonan maaf atas layanan yang belum optimal serta berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk insan pers, untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.***