Sabtu, 18 April 2026

Hati-hati! Para Camat di Kota Bogor Jadi Korban Catut Nomor WhatsApp Untuk Modus Penipuan

Ryan Muttaqien, Metropolitan
- Senin, 6 Maret 2023 | 14:36 WIB
Ilustrasi penipuan via WA (Pixabay )
Ilustrasi penipuan via WA (Pixabay )

METROPOLITAN.ID - Setelah sempat nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah dicatut namanya oleh nomor tak dikenal, giliran anak buahnya di Pemkot Bogor yang jadi korban.

Diantaranya Camat Bogor Utara Riki Robiansah dan Camat Bogor Tengah Dicky Iman Nugraha.

Camat Bogor Utara Riki Robiansah mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan nomor WhatsApp (WA) asing dengan profil picture para camat di wilayah Kota Bogor.

Baca Juga: Jelang MotoGP 2023, Marc Marquez Ungkap ‘Borok’ Hubungannya Dengan Valentino Rossi, Tak Saling Bicara Sejak 20

Sebab, profil picture para camat kerap dijadikan salah satu modus penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Para Camat menghimbau untuk masyarakat di seluruh wilayah kecamatan juga kelurahan jangan percaya akan hal atau iming-iming dari WA tersebut. Lebih baik di konfirmasikan terlebih dahulu apabila mengatasnamakan para camat," kata Riki, Senin 6 Maret 2023. 

Riki menuturkan, belakangan ada nomor WA mengatasnamakan dirinya sebagai Camat Bogor Utara dan juga ada Camat Bogor Tengah Dicky Iman Nugraha.

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2023? Simak Disini Tanggal dan Amalan Rasullulah SAW yang Patut Diikuti

Memang betul, saat dicek fotonya benar, tetapi bukan dengan nomor asli yang bersangkutan

"Saat dicek foto profil WA nya camat Bogor Utara dan begitu juga Camat Bogor Tengah. Ini biasa digunakan para penipu untuk bisa menipu calon korban," tukasnya.

Sebab itu, kata Riki, masyarakat diharapkan bisa aware atau peduli dan juga bisa konfirmasi ke kecamatan apabila memiliki nomor kontak camat bersangkutan bisa langsung ditanyakan.

"Ini tentunya akan sangat merugikan, apalagi kalau memang langsung main transfer uang saja dan memang kami para Camat tidak seperti itu,” ujar Riki.

“Sebab kami tidak tiba-tiba mengirimkan uang serta apalagi meminta transfer balik. Modusnya sendiri begitu, seakan-akan sudah transfer uang dapat dari program bantuan apa, kemudian diminta transfer balik uangnya," imbuh dia.

Riki pun langsung menyebarkan nformasi tersebut agar masyarakat mengetahui sehingga tidak menjadi korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X