Sabtu, 18 April 2026

Buntut Tewasnya Pembacokan Pelajar SMK hingga Tewas, DPRD Kota Bogor Minta Kementerian Ambil Tindakan

Ryan Muttaqien, Metropolitan
- Selasa, 14 Maret 2023 | 18:03 WIB
Anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani. (DPRD Kota Bogor)
Anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani. (DPRD Kota Bogor)

METROPOLITAN.ID - Anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani angkat bicara terkait kasus pembacokan pelajar SMK Bogor, Arya Saputra (16) hingga tewas.

Apalagi, para pelaku sama-sama masih berstatus pelajar.

Menurut Devie Prihartini Sultani, adanya pembacokan yang dilakukan pelajar berseragam hingga menelan korban jiwa menambah kesan lemahnya kontrol satuan pendidik di masing-masing sekolah.

Baca Juga: Fakta Baru Pelaku Pembacokan Pelajar SMK Kota Bogor : Residivis Jambret Dahulu, Bacok Sesama Pelajar Kemudian

Devie Prihartini Sultani meminta Kementerian Pendidikan RI serius dan bersikap tegas terhadap pihak sekolah yang para siswanya terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan bahkan menjurus kriminal.

"Saya meminta kepada Mas Menteri Pendidikan untuk segera ambil tindakan bagi sekolah yang mana tidak mampu menjaga anak murid yang di titipkan di sekolah, untuk dididik baik secara agama maupun secara keilmuan, bahkan bila perlu copot kepala sekolahnya, kasih hukuman untuk sekolah tersebut," katanya, belum lama ini.

Hal itu, sambung dia, berkaca pada kasus pelaku pembacokan siswa SMK yang terjadi di lampu merah Simpang Pomad, Cibuluh, Kota Bogor, Jumat 10 Maret 2023.

Baca Juga: DPRD Minta Polisi Beri Hukuman Serius buat Pelaku Pembacokan Pelajar SMK Kota Bogor Arya Saputra

Devie Prihartini Sultani yang saat ini duduk sebagai sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor juga meminta kewenangan dan ranah satuan pendidikan tingkat SMA maupun sederajat bisa dikembalikan ke pemerintah daerah agar bisa bersinergi aktif sebagai mitra kerja.

"Saat ini kewenangan pendidikan tingkat SMA dan sederajat ada di KCD (Kantor Cabang Dinas) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, sehingga seolah-olah tidak mengindahkan jajaran penyelenggara Pemerintah Kota Bogor, karena begitu sulitnya kami berkomunikasi dengan KCD ini maupun kawan-kawan dinas pendidikan provinsi," tandas politis NasDem itu.

Devie Prihartini Sultani sangat menyayangkan pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab seolah saling menyalahkan, merasa sudah paling benar dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Tebas Pakai Golok Gobang, Eksekutor Pembacokan Pelajar SMK Bogor Arya Saputra Masih Buron

Ia mendorong pihak kepolisian terlibat khusus dalam menangani kasus-kasus serupa yang melibatkan para kelompok pelajar tersebut, hingga memberikan efek jera terhadap para pelaku yang sudah melewati batas kewajaran.

"Mungkin yang menjadi faktor hukuman tidak ada efek jera karena anak dibawah umur sehingga tidak bisa ditindak dengan hukuman yang maksimal, padahal aksi tersebut bukanlah suatu perbuatan layaknya anak dibawah umur melainkan suatu perbuatan kriminal, menghabisi nyawa orang lain tanpa ada rasa bersalah," tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X