METROPOLITAN.ID - Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta pemberian izin kepada pengusaha tambang di Sukabumi diperketat.
Apalagi aktivitas tambang yang mereka lakukan dapat menyebabkan masalah lingkungan, kerusakan infrastruktur hingga bencana alam.
Hal itu disampaikan Bupati Purwakarta dua periode itu dihadapan wartawan saat menghadiri Hari Jadi Kota Sukabumi ke 111, Kamis 10 April 2025.
Baca Juga: Erdogan Sambut Prabowo dengan Karpet Biru Langit saat Tiba di Turki
"Jika perusahaan abai hingga aktivitas tambang menyebabkan masalah lingkungan, kerusakan infrastruktur hingga bencana alam, tidak ada pilihan kecuali melakukan evaluasi tata ruang segera dilakukan," tegas KDM.
Ia mengaku sudah mewanti-wanti pada seluruh bupati dan wali kota jika terdapat indikasi adanya kerusakan alam akibat aktivitas penambangan di luar aturan yang ada maka harus dievaluasi.
"Saya perintahkan, kembalikan fungsi lahan kepada asalnya. Pertanian kembalikan semua lahan untuk pertanian. Begitu pun lahan perkebunan kembalikan kepada fungsi awalnya," tegas dia.
Baca Juga: Jelang Duel Lawan Lyon di Liga Europa, Andre Onana Sesumbar Manchester United Lebih Unggul
Salah satu perusahaan tambang yang diduga telah melakukan aktivitas tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan adalah PT GL.
Di mana aktivitas tambang emas yang mereka lakukan mengakibatkan banjir lumpur.
Akibatnya banyak lahan pertanian dan permukiman warga yang diterjang banjir lumpur.
Selain itu, warga mengalami kerugian sangat besar akibat lahan-lahan mereka terendam lumpur.
Rencananya Pemkab Sukabumi lewat dinas terkait akan melakukan penelusuran ke lapangan. (Usep)