Jumat, 3 Februari 2023

Jengkol, Iconya Desa Ciampea di Barat Kabupaten Bogor.

- Sabtu, 11 November 2017 | 08:32 WIB

-

METROPOLITAN -- Jengkol merupakan makanan primadona bagi sebagian besar warga di Tanah Pasundan dan sekitarnya. Walau harga makanan tersebut terbilang cukup mahal, makanan yang bisa diolah menjadi semur, maupun gorengan itu, tetap dicari bagi para penikmatnya.

Karena itu, sebagai produsen (penghasil red), warga Ciampea dibagian Barat Kabupaten Bogor terus memproduksi jengkol demi memenuhi kebutuhn konsumen.

Salah satunya Odih, pelaku UKMK di Desa Ciampea, Bogor. Menurutnya, harga emping jengkol saat ini menembus di harga Rp140.000 per kilo dan setelah diolah menjadi jengkol seharga Rp40.000 per kilo.

"Kendati harga yang kini melambung tinggi, saya terus memproduksi jengkol untuk memenuhi permintaan konsumen," terangnya kepada Mettropolitan Jumat (10/11).

Dia menambahkan, karena itu jengkol saat ini menjadi penciri dari Desa Ciampea dan memang walau buah jengkol tidak dihasilkan dari wilayah tersebut dirinya bisa mendapatkan emping jengkol dari pasar tradisional, bahkan mendapatkan kiriman emping jengkol dariwilayah Lampung.

"Alhamdulilah, dari produkai dan dari keuntungan penjualan jengkol saya bisa memberikan pendidikan  terbaik bagi anak anak saya," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Ciampea Karta menambahkan selain produksi jengkol, di Desa Ciampea tersapat UMKM lain seperti kripik talas dan deblo yang diproduksi dari singkong.

"Ya lokasi UMKM ini berada di RW04, dan hingga kini warga terus diberdayakan, agar masyarakat setempat lebih mandiri, dan sejahtera," katanya. Adapun, sambungnya ketiga UMKM tersebut menjadi mata pencaharian utama dari setengah jumlah masyarakat di Desa Ciampea Bogor.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Formula E masih Punya Utang Rp90,7 Miliar

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:00 WIB

Ingin Buah Hati Aktif dan Ceria, Yuk Simak Tips Ini

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:18 WIB
X