Kamis, 21 September 2023

Soal Lambatnya Proses PTSL, Dua Kelurahan Saling Tuding?

- Minggu, 27 Juni 2021 | 14:17 WIB

METROPOLITAN.ID- Terkait dugaan lambatnya proses pendaftaran tanah sistematis Lengkap( PTSL) program ATR / BPN Jakarta Timur tahun anggaran 2019 yang diserap dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus begulir. Dua kelurahan, yakni Kelurahan Batu Ampar dengan Kelurahan Cawang diduga saling tuding. Lurah Cawang Didik Diarjo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membantah terkait komentar mantan lurah Batu Ampar Badrudin yang mengatakan bahwa proses pembuatan sertifikat gratis di wilayah Cawang hampir kurang lebih delapan ratus bidang yang belum selesai. "Data dan fakta nya diluruskan saja ke instansi BPN saja. Pada prinsipnya kita membantu secara administrasi,” kata Didik. Terpisah, Kepala Kantor ATR/BPN Jakarta Timur Sudarman Harja Saputra menjelaskan, bahwa proses sertifikat gratis diberikan secara tidak bersamaan karena adanya peraturan protokol kesehatan. "Siap dibagikan setelah jam kerja dan jumat ada delivery antar sertifikat dan saat ini karena terkendala Covid jadi pembagian sedikit-sedikit untuk menghindari kerumunan,” singkatnya. Sebelumnya, mantan Lurah Batuampar, Badrudin, angkat bicara. Menurut Bad­rudin, lambatnya proses ser­tifikat gratis terkait keluhan salah seorang warga di RW 01 Kelurahan Batuampar, ka­rena saat diminta bukti kepe­milikan atas tanah (akta jual beli, red) tidak pernah dibe­rikan. ”Panitia sebenarnya sudah minta bukti kepemilikan tanah yang asli, tapi warga di RW 01 yang saya tahu lurah Cawang ini tidak mau memberikan. Sebenarnya dalam proses PTSL tidak boleh mengajukan dua bidang dengan nama yang sama,” jelasnya. Untuk yang dipersoalkan warga, sambung dia, seba­gian besar sertifikat gratis di Batuampar sudah selesai se­mua dan tinggal sebagian yang belum diambil pemohon. ”Saya sudah hubungi BPN melalui telepon dan langsung diban­tu ASN BPN Jakarta Timur. Sebab sebelumnya untuk pemberkasan di Batuampar ditangani Bagus, tapi dia su­dah pindah,” ujarnya. ”Tapi Alhamdulillah sekarang sudah selesai semua. Sebenarnya permohonan yang belum se­lesai itu Kelurahan Cawang. Menurut informasi dari BPN hampir 800 bidang lagi yang belum selesai. Kalau Batuampar kurang lebih 150 bidang lagi,” sambungnya. Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Muji­yono, memaparkan, pihaknya masih menunggu hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) ter­kait hal tersebut. “Menunggu hasil kinerja pansus yang tak akan lama lagi,” tandasnya. (tob/suf)

Editor: Maulana Yusuf

Tags

Terkini

Pemdes Gadog Beton Jalan dan Bangun TPT

Selasa, 19 September 2023 | 17:37 WIB

OPINI: Memperdaya Teknologi Untuk Kemajuan Indonesia

Selasa, 19 September 2023 | 13:24 WIB
X