Senin, 30 Januari 2023

Pengelola Ngarep Bima Arya Wajibkan PNS Bogor Ngantor Naik Biskita Transpakuan

- Senin, 29 November 2021 | 17:29 WIB
Ketua Badan Pengawas Kodjari Dewi Jani Tjandra. (Ryan/Metropolitan)
Ketua Badan Pengawas Kodjari Dewi Jani Tjandra. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id - Bus Program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan kini sudah ngaspal di dua koridor, yakni Koridor 5 (Stasiun Bogor-Terminal CIparigi) dan Koridor 6 (Air Mancur-Parungbanteng), dengan tarif Rp0 alias gratis hingga akhir 2021. Rencananya, tarif akan mulai diterapkan pada awal 2022. Untuk meningkatkan minat dan jumlah penumpang, pengelola Biskita Transpakuan berharap Wali Kota Bogor Bima Arya bisa membuat kebijakan mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk ngantor naik Biskita Transpakuan pada hari-hari tertentu. Pengelola Biskita Transpakuan sendiri merupakan konsorsium dari Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, yang terdiri dari PDJT, badan usaha angkutan Kodjari dan Lorena. "Saya sangat setuju dengan usulan Ibu Polana (Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, red), untuk meminta Pemkot Bogor, untuk ASN Pemkot Bogor-nya, mewajibkan naik transportasi umum, Biskita Transpakuan ini kedepannya," kata Ketua Badan Pengawas Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kojari) Kota Bogor selaku investor Biskita Transpakuan, Dewi Jani Tjandra, belum lama ini. Ia mengusulkan setidaknya wali kota mewajibkan para ASN-nya untuk naik transportasi umum atau Biskita Transpakuan dua hari dalam satu minggu. Menurutnya, hal itu bisa diterapkan di Kota Bogor, seperti yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kepada para ASN-nya. Buatnya, kebijakan itu bisa menumbuhkan kecintaan para ASN juga memacu masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Dalam hal ini Biskita Transpakuan. "Dalam seminggu setidaknya 2 hari (diwajibkan) naik transportasi umum, yang (kebijakan itu) sudah dilakukan di Kota Depok. Untuk supaya pegawai negeri mencintai Biskita Transpakuan dan transportasi umum," tegas Dewi. Di sisi lain, terkait tarif Biskita Transpakuan jika nanti berbayar pada tahun 2022, masih perlu dilakukan evaluasi oleh BPTJ. Salah satunya melihat pendapatan secara umum masyarakat Kota Bogor. Tidak serta merta disamakan tarifnya dengan Busway Transjakarta lantaran perbedaan income warga ibukota dengan Kota Bogor. Dewi sendiri mengusulkan tarif BisKita TransPakuan nanti yakni Rp 2.500 saja. "Tarif itu sudah pantas untuk bus dengan fasilitas AC yang nyaman di Kota Bogor," ujarnya. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X