Minggu, 5 Februari 2023

Ini Pasal yang Bisa Dijerat ke Ayah yang Siksa Anak Tirinya di Bojonggede Bogor

- Kamis, 7 April 2022 | 19:55 WIB
Ilustrasi kasus kekerasan anak. (Shutterstock)
Ilustrasi kasus kekerasan anak. (Shutterstock)

METROPOLITAN.id - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor meminta pelaku penyiksaan anak tiri oleh ayahnya ditindak tegas. Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Andika Rachman membeberkan sejumlah pasal yang bisa menjerat pelaku. Menurutnya, dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ada pasal yang bisa menjerat pelaku tindak kekerasan terhadap anak, yaitu di Pasal 80. Ancaman hukumannya maksimal hingga 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak hingga Rp3 miliar. Selain itu, pelaku berpotensi terjerat Pasal 44 dalam UU nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Sebab, tidak hanya anak yang menjadi korban, istri pelaku juga diketahui kerap mendapat tindak kekerasan penganiayaan. “iya, menurut informasi yang saya dapatkan, pelaku diamankan di Polres Metro Depok. Sesuai koridor Undang-undang, tentu ada pasal yang dapat menjerat para pelaku kekerasan terhadap anak. Dalam Undang-undang 35 tahun 2014, pelaku tindak kekerasan dapat dijerat dengan pasal 80. Dalam kasus ini, pelaku berpotensi mendapat hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda maksimal 100 juta dan pidana dapat ditambah sepertiga dari ketentuan karena yang melakukan penganiayaan adalah orang tuanya.” ujar Andika. “Tidak berhenti sampai di situ, ternyata istri pelaku juga mendapatkan penganiayaan dari pelaku. Sehingga pelaku juga berpotensi terjerat Pasal 44 UU 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," sambungnya. Menurut Andika, penyiksaan ayah kepada anak tirinya ini sudah dilakukan sejak usia 1 tahun pernikahan mereka. Bahkan pada 2019, sang suami pernah dilaporkan ke pihak berwajib atas kasus penganiayaan tersebut. Namun, pelaporan itu berujung damai dengan perjanjian. "Namun setelah empat bulan paska damai, pelaku melakukan penganiayaan Kembali. Warga yang kesal terhadap ulah pelaku pun akhirnya menggerebeknya pada Senin kemarin malam," ujar Andika, Rabu (6/4). Tidak berhenti sampai di situ, ternyata istri pelaku juga mendapatkan penganiayaan dari pelaku. Kasus penyiksaan yang dilakukan ayah tiri ini menjadi perhatian usai viral di berbagai media sosial (medsos). KPAD pun turun tangan dengan melakukan kunjungan pengawasan dan asesmen ke rumah korban. Pelaku diketahui menyiksa sang anak dengan cara memukuli, mengikat tangan dan kaki, menyundut rokok serta menyetrika bagian tubuh anak tirinya itu. Andika mengaku saat ini korban dalam kondisi tekanan psikologis yang berat. Selain itu, terlihat beberapa luka di bagian kaki, tangan, leher, wajah dan kepala korban. “Iya, terlihat sekali ada tanda-tanda kekerasan pada fisik, luka di tangan yang jadi perhatian saya seperti luka melepuh agak besar. Selain itu, secara psikis juga terlihat trauma yang cukup dalam terlihat dari raut wajah yang ketakutan,” ujarnya. Sebelumnya, seorang bocah 8 tahun, RZ, diduga mengalami penyiksaan oleh ayah tirinya di kediamannya di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Bocah malang tersebut diikat kedua kaki dan tangannya hingga sulit bergerak. Bahkan, warga menduga sang anak juga sempat disundut rokok hingga disetrika. Video warga membebaskan bocah tersebut viral di media sosial. Dalam video yang diterima Metropolitan.id, nampak sejumlah warga mendatangi salah satu rumah. Warga lantas menjebol pintu tersebut. Benar saja, sang anak dalam kondisi memprihatinkan. Bocah tersebut nampak tak bisa bergerak karena tangan dan kakinya diikat menggunakan tali plastik hingga berbekas. Saat warga berhasil membuka pintu, sang anak langsung menghampiri dengan cara melompat-lompat. Warga lalu membuka ikatan tangan dan kakinya menggunakan gunting. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Nikmatnya Mie Ayam khas Jepang di Depok, Penasaran?

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:18 WIB

Coba Yoga Vinyasa Yuk, Ini Tipsnya buat Pemula

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:32 WIB
X