Minggu, 5 Februari 2023

Tingginya Harga Minyak Goreng Curah di Bogor, Bos Pasar : Proses Distribusi 'Terlalu Banyak Tangan'

- Selasa, 12 April 2022 | 14:09 WIB
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir. (Ryan/Metropolitan)
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id - Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng curah yang dijual para pedagang di pasar-pasar Kota Bogor ditengarai lantaran 'terlalu banyak tangan' dalam proses distribusi. Hal itu diungkapkan Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir. Dari pantauannya, harga minyak goreng curah di Kota Bogor saat ini masih tinggi, yakni diatas Rp15 ribu dan rata-rata berkisar di angka Rp18 ribu sampai Rp19 ribu. Menurut dia, hal ini terjadi karena terlalu panjang atau banyak tangan dalam proses distribusi barang sampai ke pedagang di pasar. Ia pun mengaku sudah meminta kepada Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga, agar distributor bisa turun lagi ke pasar. "Kalau pedagang beli Rp16 ribu, pasti dijualnya lebih dari segitu, bisa Rp16.500 hingga Rp17 ribu. Kita minta pak wamen, bagaimana distributor ini bisa turun lagi ke pasar," katanya kepada Metropolitan.id, Selasa (12/4). Seperti saat pihaknya turun ke pasar Merdeka ketika menerima kuota minyak goreng curah 5 ton. Saat itu, pihaknya bisa menjual minyak goreng curah Rp13 ribu per liter untuk pedagang. Kemudian dibuat kesepakatan dengan pedagang bahwa harga jual dari pedagang Rp14 ribu per liter. "Itu sudah jalan dan bisa stabilkan pasaran. Tapi kuotanya terbatas. Untuk kebutuhan Kota Bogor per hari, itu nggak cukup," jelas Muzakkir. "Ini yang kita sampaikan, bagaimana cara pemerintah memonitor para pabrikan ini, barangnya bisa langsung masuk di angka Rp13 ribu. Jadi harga jualnya nggak tinggi," imbuhnya. Menurutnya, wakil menteri akan terus mengontrol distribusi dari pabrik sampai ke pasar. Sehingga selisih tidak terlalu jauh dan harga tidak terlalu tinggi karena 'banyak tangan'. Selain itu, kata dia, ada peningkatan permintaan minyak goreng curah lantaran banyak pembeli minyak goreng kemasan beralih ke minyak goreng curah. Sebab, selisih harga yang cukup jauh karena minyak goreng curah mendapat subsidi. Sedangkan minyak goreng kemasan tidak. "Selisih jauh. Orang jadi pindah ke minyak curah. (migor) kemasan bisa diatas Rp23 ribu. Tapi kita sulit melihat seberapa tinggi peningkatan permintaannya. Karena contohnya gini, biasanya pedagang jual 300 liter, sekarang cuma dapat kuota 100 liter. Jadi sulit mendata berapa banyak permintaan karena barang di pasar-nya nggak banyak," tukasnya. Sebelumnya, ketersediaan minyak goreng curah di Kota Bogor masih sulit. Selain itu harga jualnya pun melebihi harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya usai mendampingi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dan Komisi IV DPR RI meninjau Pasar Bogor, Kota Bogor, Selasa (12/4). "Pertama kita lihat, kenaikan pada Ramadan kali ini, lebih tinggi daripada kenaikan pada Ramadan tahun lalu. Hampir semua bahan kebutuhan pokok," kata Bima kepada Metropolitan.id, Selasa (12/4). Kedua, sambung dia, stok kebutuhan sembako relatif ada semua di pasar, kecuali minyak goreng curah yang sedang sulit. "Memang dijual melebih harga yang ditetapkan pemerintah. Diatas Rp14 ribu sampai Rp15ribu," tandas Bima Arya. Selain itu, kata dia, kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar di Kota Bogor, disebut tidak setinggi kenaikan di daerah-daerah lain, seperti di Jakarta dan lain. "Menurut Wamen dan komisi VI DPR RI begitu. Kenaikan di Bogor nggak setinggi daerah lain. Seperti Jakarta dan lainnya," ucapnya. Meskipun kenaikan harga relatif lebih rendah dibanding daerah lain, namun juga melihat masih ada kelangkaan minyak goreng curah, menurutnya masih ada rantai distribusi yang belum baik. "Tetap ada rantai distribusi yang belum baik kalau melihat kelangkaan minyak. Ini yang saya sampaikan ke pak Wamen. Saya lihat dampaknya berat, terutama buat buat pedagang minyak goreng, bahan olahan, tukang gorengan, dan lainnya," tegasnya. Sehingga, Pemkot Bogor melalui dinas terkait dan Perumda Pasar Pakuan Jaya akan melakukan monitoring terus menerus untuk memastikan stok kebutuhan masyarakat aman. Pihaknya juga masih menunggu kepastian Operasi Pasar yang direncanakan bakal digelar Pemprov Jawa Barat dan akan dijadwalkan dalam waktu dekat untuk Operasi Pasar minyak goreng curah. "Paling tidak kita pastikan stok ada. Kalau harga, itu kan mekanisme pasar, ada pengaruh dari hulu-nya. Jadi kita pantau distribusinya bagaimana dan harganya seperti apa," tutup Bima Arya. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Nikmatnya Mie Ayam khas Jepang di Depok, Penasaran?

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:18 WIB

Coba Yoga Vinyasa Yuk, Ini Tipsnya buat Pemula

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:32 WIB
X