Sabtu, 28 Januari 2023

Komisi II Minta Bapenda Kabupaten Bogor Optimalkan PAD Disektor Pajak

- Senin, 26 September 2022 | 12:56 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar-Rasyid
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar-Rasyid

METROPOLITAN.id - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Lukmanudin Ar-Rasyid meminta agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk meningkat Pendapatan Aseli Daerah (PAD) pada sisa tahun anggaran 2022. Apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyisakan defisit sekitar Rp648 Miliar dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2023. "Masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan oleh Bapenda seperti memaksimalkan potensi disektor pajak. Karena masih banyak wajib pajak yang menggurkan kewajibannya," kata Lukman. Ia juga mengungkapkan jika masih banyak tempat usaha yang tidak membayarkan pajak atau menjadi wajib pajak. Seperti rumah makan, coffee shop serta beberapa yang lainnya. Hal itu menjadi PR Bapenda agar dapat memaksimalkan Pendapatan Aseli Daerah (PAD) dari sektor pajak. "Seperti rumah makan banyak juga yang nggak bayar pajak. Padahal setiap pengujung yang datang membayar pajak, mereka menitipkan ke rumah makan agar nantinya dibayarkan ke pemerintah," paparnya. Lukman menilai jika Bapenda bisa memasimalkan potensi pajak maka PAD di Kabupaten Bogor bisa lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi melihat selama dua tahun kebelakang Pemkab Bogor selalu over target dalam mengumpulkan PAD. "Disisa 2022 ini dengan potensi yang ada, defisit anggaran pasti tertutup. Karena masih ada dana bagi hasil serta potensi pendapatan lainnya yang bisa menutup defisit," kata Lukman. Sebelumnya, selama dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil meningkatkan pendapatan daerah meski dilanda pandemi Covid-19. Pada 2019, semula pendapatan daerah ditargetkan Rp7,660 Triliun dan terealisasi menjadi Rp8,137 Triliun. Lalu pada Pendapatan Aseli Daerah (PAD) yang semula ditargetkan Rp2,676 Triliun terealisasi Rp3,161 Triliun. Begitu juga pada tahun 2020 dimana pendapatan daerah yang ditargetkan Rp7,796 Triliun terealisasi Rp7,687 Triliun. Sedangkan untuk PAD dari target Rp2,462 Triliun terealisasi Rp2,810 Triliun. Sementara itu pada rekapitulasi penerimaan pendapatan daerah 2021 yang dirilis oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pendapatan daerah ditargetkan Rp8,731 Triliun sedangkan realisasinya Rp9,134 Triliun. Lalu PAD yang semula ditargetkan Rp3,291 Triliun terealisasi Rp3,761 Triliun. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

X