Rabu, 1 Februari 2023

Wah.. Ternyata Kualitas dan Kuantitas Sperma Pria di Ibukota Jelek, Ini Pemicunya

- Minggu, 13 November 2022 | 13:28 WIB
ILUSTRASI. (IST)
ILUSTRASI. (IST)

METROPOLITAN.id – Kualitas dan kuantitas sperma pria di Ibukota DKI Jakarta rupanya rendah. Hal itu disampaikan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Direktur Scientific Morula IVF Indonesia Prof Arief Boediono. Berbicara kuantitas dan kualitas sperma pria di Jakarta, kata dia, sebagian pria di ibu kota memiliki kuantitas serta kualitas sperma yang jelek. Menurutnya, kondisi ini memengaruhi kesuburan untuk bisa mendapatkan anak atau momongan. Dikutip dari JawaPos.com, ia mengatakan kuantitas sperma terkait dengan jumlah ideal sel sperma yang dimiliki seseorang. Dia lantas mengungkapkan dalam kondisi normal. “Idealnya jumlah sel sperma seseorang adalah 15 juta sel dalam per 1 mililiter (air mani),” kata Arief dikutip dari JawaPos.com. Tetapi untuk sebagian warga Jakarta, kuantitas atau jumlah sel spermanya tidak sampai angka ideal tersebut. Sementara itu soal kualitas sel sperma, banyak ragamnya. Mulai dari kecepatan berenang untuk menuju sel telur dan bentuknya. Arief mengatakan, rendahnya kuantitas dan kualitas sperma pria ibu kota tersebut disebabkan banyak faktor. “Seperti stress, merokok, dan minum alkohol,” katanya. Untuk itu dia mengajarkan sedini mungkin, pria di Jakarta untuk menjalankan pola hidup sehat. Dia mengatakan, jumlah sel sperma di bawah normal, tentu memiliki pengaruh terhadap potensi memiliki anak. Meskipun begitu dia menjelaskan bahwa untuk bisa memiliki anak atau pembuahan sel telur, sejatinya hanya dibutuhkan satu sel sperma. Bahkan dia mengatakan, ada kasus seorang pria tidak menghasilkan sperma satupun saat ejakulasi atau mengeluarkan air mani. Tetapi bukan berarti peluangnya untuk memiliki momongan menjadi lebih kecil. Dengan teknologi bayi tabung, pria yang tidak mengeluarkan sel sperma saat ejakulasi tetap bisa memiliki peluang untuk mempunyai anak. “Kita ambil spermanya langsung dari pabriknya,” katanya. Ia menjelaskan, cara yang dilakukan adalah dengan mengambil sel sperma langsung dari testis. Upaya ini dilakukan oleh ahli urologi. Kondisi tersebut bisa dipicu adanya penyumbatan saluran dari testis, sehingga sel sperma tidak keluar ketika ejakulasi. (jp/ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X