Senin, 30 Januari 2023

Sediakan Wifi Gratis, Diikuti Pelajar Semua Tingkatan

- Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:44 WIB

Sungguh mulia perbuatan Imam Sumantri (45). Pemilik toko listrik itu menyulap kediamannya menjadi sekolah online. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk usahanya membantu para siswa di sekitar rumahnya yang mengalami kesulitan selama melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena tidak memiliki kuota internet. BUKAN hanya sebatas mengubah rumahnya men­jadi sekolah online. Warga RW 09, Jalan Turangga Timur, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, itu juga menyediakan wifi gratis bagi para pe­lajar mengikuti sekolah on­line di kediamannya.­ Imam menceritakan awal mula ide itu terbentuk setelah ia mendengar curhatan dari ibu-ibu yang berbelanja di tempatnya berjualan. Mereka bercerita bagaimana sulitnya membagi penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari dan kuota internet. Selain itu, banyak di antara mereka juga sedang menga­lami kesulitan ekonomi akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi se­perti sekarang. ”Awalnya dari obrolan ibu-ibu yang belanja ke toko saya. Mereka punya anggaran ter­pecah karena harus mem­beli kuota internet. Sedangkan sekarang kan dalam peker­jaan 50 persen sehingga pen­ghasilan berkurang. Semen­tara anak-anak mereka perlu menambah kuota internet untuk belajar jarak jauh,” kata Imam. Imam kemudian menyulap halaman rumahnya seluas 3x4 meter menjadi sebuah tempat yang bisa digunakan siswa dan siswi dalam melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Di sana para siswa bisa belajar hanya dengan membawa smartphone. Imam sudah menyediakan wifi yang bisa digunakan para siswa ini. ”Jadi ini ini­siatif berdua, sama tetangga saya. Kemudian ada respons baik dari pihak kelurahan, RW dan kecamatan,” ucapnya. Sementara itu, saat pember­lakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April lalu, Imam juga menyi­apkan rumahnya sebagai ruang kelas alternatif. Ia mem­bagi para siswa yang biasa melakukan pembelajaran di rumahnya menjadi beberapa gelombang. Ia juga membatasi para siswa hanya bisa melaksana­kan kegiatan belajar maksimal empat orang. ”Sejak saat itu dilakukan bergilir. Siswa yang ada kuota internet tidak per­lu ke sini. Yang di rumah me­reka tidak ada internet, baru ke sini,” imbuh Imam. Imam menjelaskan kegiatan belajar menggunakan wifi di rumahnya tersebut tidak di­pungut biaya alias gratis. Ia mengungkapkan bahwa ke­giatan belajar di rumahnya tersebut telah diniatkan untuk membantu sesama di masa pandemi Covid-19. ”Karena biasa memfasili­tasi anak untuk belajar meng­gunakan internet, kalau tidak dimanfaatkan sayang. Maka­nya saya persilakan saja me­makainya gratis. Komitmen awal saya juga membantu,” tuturnya. Menurut Imam, kebutuhan koneksi internet di masa PJJ ini semakin meningkat se­hingga menyulitkan para orang tua. ”Kuota internet yang biasanya sekitar Rp50 ribu kan men­jadi naik karena kebutuhannya meningkat. Bisa sampai Rp150 ribu. Apalagi jika ada orang tua yang memiliki lebih dari satu anak harus belajar daring,” ungkap Imam. Saat ini Imam pun terus mengoptimalkan fasilitas yang ia miliki untuk membantu kegiatan belajar jarak jauh di rumahnya. Bahkan kini Imam juga mengubah taman di se­kitar area rumahnya sebagai tempat belajar siswa SMP dan SMA. ”Selama fasilitas ada ya silakan dimanfaatkan saja. Pokoknya saya bantu semak­simal mungkin,” ucapnya. Sekolah online di rumahnya itu tetap menerapkan proto­kol kesehatan seperti adanya fasilitas cuci tangan serta meminta para siswa memakai masker dan menerapkan jaga jarak. ”Kita ikuti aturan yang ada yang dianjurkan pemerin­tah. Siswa yang belajar di sini wajib bermasker atau face shield ini dan selalu disem­protkan cairan disinfektan,” ujarnya. (mer/rez/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB

Sebulan Dua Kali Tawuran di Bogor, 1 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 10:01 WIB

Faskes Bogor nggak Masuk Standar WHO

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

HUT Ke-50, PDIP Panaskan Mesin Partai Jelang Pemilu

Senin, 9 Januari 2023 | 23:00 WIB

Pergi Haji Normal Lagi, Batasan Usia Dihapus

Senin, 9 Januari 2023 | 10:01 WIB
X