Kamis, 30 Maret 2023

Makassar Berduka, Bogor Waspada

- Senin, 29 Maret 2021 | 10:09 WIB

Indonesia kembali digegerkan dengan aksi teror bom bunuh diri. Dua terduga pelaku meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin pagi. Puluhan orang terluka hingga kedua terduga pelaku yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu tewas di tempat hingga tubuhnya tercecer di lokasi kejadian. POLISI pun bergerak cepat mengusut jaringan para pela­ku tersebut. Empat terduga pelaku berhasil diamankan dan inisial salah satu pelaku berhasil didapatkan. Polisi juga turut melakukan peng­etatan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi keja­dian serupa. Salah satunya di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Seperti di Kota Bogor, pen­jagaan ketat oleh aparat ke­polisian terlihat di beberapa gereja. Bahkan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Su­satyo Purnomo Condro sam­pai menerjunkan 700 personel anggotanya untuk mengaman­kan 85 gereja yang ada di Kota Bogor. ”Sebanyak 2/3 kekuatan Polresta Bogor Kota kami ke­rahkan untuk memberikan rasa aman bagi jemaat yang sedang beribadah di 85 ge­reja yang ada di Kota Bogor,” katanya, Minggu (28/3). Rencananya, pengamanan tersebut bakal terus dilaku­kannya selama satu pekan ke depan, mengingat rangkaian ibadah umat Kristen hingga Minggu pekan ke depan. ”Tentunya kita berusaha untuk mencegah, berusaha memperkuat pengamanan di gereja-gereja di Kota Bogor selama satu pekan ke depan,” ujarnya. “Nggak juga (di ge­reja, red). Secara umum ya di Kota Bogor lah. Tapi untuk saat ini difokuskan ke gereja, khususnya isu teror yang di­perketat,” tambahnya. Tak hanya di Kota Bogor, pengetatan tempat ibadah gereja juga dilakukan jajaran Polsek Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pengetatan dilakukan kepada pihak yang hendak masuk lingkungan gereja, untuk jamaah maupun pen­gunjung dan tamu. “Kita lakukan pengamanan. Tadi kita kerahkan anggota Polsek Cileungsi. Termasuk saya turun ke lapangan juga. Kita kerahkan bhabinkamtib­mas juga,” kata Kapolsek Ci­leungsi Kompol Andri Alam, Minggu (28/3). Pengamanan yang dilakukan yakni di Gereja Pantekosta Indonesia Pasar Lama Ci­leungsi, Gereja Pantekosta Indonesia Desa Limusnung­gal, Gereja HKBP Resort Kirab Remaja Distrik XXVIII Debos­kab, Gereja Pantekosta Kudus Indonesia, dan Gereja GPP Solagracia di Desa Cipenjo. “Termasuk Gereja GKII dan Gereja HKBP di Desa Cipen­jo. Total tujuh gereja yang kita perketat pengamanan,” tegasnya. Ia juga mengutuk keras aksi terorisme bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. “Kami mengutuk keras apa pun tindak teror­isme,” imbuhnya. Hal serupa dilakukan jajaran Polsek Kemang dan Gunungs­indur. Kapolsek Kemang Kom­pol Ilot Djuanda menegaskan, untuk mengantisipasi keja­dian serupa, Polsek Kemang meningkatkan pengamanan dan langsung berkoordinasi dengan pengurus gereja yang ada di wilayah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan pada pelaksanaan ibadah. “Kami instruksikan juga kepada petugas bhabinmas agar secara rutin melaksana­kan pengecekan dan pengon­trolan, dan memberikan im­bauan serta koordinasi dengan pengurus gereja. Kami minta juga para satuan pengamanan setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengama­nan,” kata Ilot Djuanda. Sementara itu, Kapolsek Gunungsindur AKP Birman Simanulang mengatakan, pasca-bom di Makassar, pi­haknya memperketat penja­gaan tempat-tempat ibadah dan pusat-pusat perbelanjaan. “Selain itu, kami juga mela­kukan upaya koordinasi dengan tokoh dan pemuka agama. Sehingga kita semua dapat bersama-sama mening­katkan kewaspadaan dan menjaga keamanan objek atau tempat vital yang ada di wi­layah hukum Polsek Gunungs­indur,” katanya. Di sisi lain, pasca-bom bunuh diri di Gereja Katedral Makas­sar, Gereja Protestan di Indo­nesia (GPIB) Petra, Kecama­tan Bogor Utara, Kota Bogor, melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi adanya aksi serupa. Bhabinkamtibmas Polsek Bogor Utara Aiptu Sunarto mengatakan, pengamanan GPIB Petra dilakukan atas perintah kapolresta Bogor Kota melalui kapolsek untuk melakukan pengamanan ketat di gereja. ”Sejak tadi pagi (kemarin, red) kami melakukan penga­manan ketat sesuai perintah kapolsek, dengan menurun­kan sebanyak delapan ango­ta, ditambah dua petugas sekuriti,” ujar Sunarto. Kegiatan beribadah di GPIB Petra tetap dilaksanakan dengan dibagi menjadi dua sesi, di mulai dari pukul 06:00 sampai 09:00 WIB. ”Kita terus lakukan kewas­padaan untuk antisipasi aksi terorisme. Pintu pagar gereja kita selalu tutup. Dan yang tidak berkepentingan dilarang masuk,” pungkasnya. Terpisah, Wali Kota Bogor yang juga Ketua Dewan Pen­gurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Bima Arya, menga­ku berduka dan mengutuk keras aksi biadab terorisme di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut Bima, tidak ada satu agama pun di seluruh In­donesia, bahkan seluruh dunia, yang mengajarkan kepada penganutnya untuk melakukan tindak kekerasan. Apalagi me­nimbulkan korban jiwa. “Peristiwa biadab di Makas­sar bukan aksi yang mewakili suatu agama. Tidak ada tempat bagi mereka yang intoleran dan berujung pada kekerasan, serta jatuhnya korban jiwa. Perbedaan yang bermuara pada kebencian ini harus diki­kis,” kata Bima Arya, Minggu (28/3). Bima Arya berharap persa­tuan Negara Kesatuan Repu­blik Indonesia (NKRI) tetap terjaga lewat cinta. “Perbedaan dan keberagaman adalah keniscayaan. Namun persatuan dan kebersamaan harus terus diperjuangkan. Islam rahmatan lil alamin. Ke­selamatan dan kemaslahatan untuk manusia di muka bumi. Kita jaga sama-sama Indonesia dengan cinta,” pungkasnya. (ps/ rex/dil/d/rez/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

X