Sabtu, 18 April 2026

Gandeng Ponpes Al-Fath, Pemkot Sukabumi Targetkan Penurunan Pengangguran

Nadilla Yunita, Metropolitan
- Jumat, 17 April 2026 | 17:49 WIB
Sinergi Pemkot Sukabumi dan Ponpes Al-Fath tekan pengangguran dengan memberangkatkan 500 'Mahasantri' (MS)
Sinergi Pemkot Sukabumi dan Ponpes Al-Fath tekan pengangguran dengan memberangkatkan 500 'Mahasantri' (MS)

METROPOLITAN.ID - Upaya menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Salah satunya melalui peran Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang menghadirkan program “Mahasantri” sebagai solusi nyata.

Pesantren yang dipimpin oleh KH Fajar Laksana ini berhasil mencetak ratusan tenaga kerja terampil yang telah diberangkatkan ke luar negeri. Para santri tersebut bekerja di berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa.

Baca Juga: Bank Kota Bogor hingga Dedie Rachim Borong Penghargaan di Ajang Top BUMD Awards 2026

KH Fajar Laksana menjelaskan, peluang kerja di luar negeri sebenarnya sangat terbuka lebar. Pada tahun ini saja, pihaknya menerima permintaan tenaga kerja hingga 3.500 posisi. Namun, jumlah yang mampu dipenuhi baru sekitar 500 orang.

“Bukan kekurangan lowongan kerja, justru peluangnya sangat banyak dengan gaji yang jauh di atas UMK. Tantangannya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang siap secara mental dan akhlak,” ujarnya.

Keunikan program ini terletak pada sistem pembiayaannya. Ponpes Al-Fath menerapkan konsep ekonomi berbasis sedekah.

Baca Juga: Jadi Pintu Masuk Kota Bogor, Kelurahan Baranangsiang Punya Potensi Lengkap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah

Para santri mendapatkan pelatihan gratis, fasilitas asrama, hingga konsumsi tanpa biaya. Bahkan, biaya keberangkatan didukung melalui akses perbankan dengan jaminan aset pribadi pimpinan pesantren.

“Aset saya dijaminkan agar mereka bisa berangkat. Saya yakin karena mereka sudah dibekali akhlak. Setelah sukses, mereka hanya diminta menyisihkan 2,5 persen dari gaji untuk membantu generasi berikutnya,” kata KH Fajar.

Dari sisi penghasilan, peluang kerja ini cukup menjanjikan. Gaji tenaga kerja di Kuwait dan Dubai rata-rata mencapai Rp15 juta per bulan. Sementara di Jepang sekitar Rp20 juta, dan di Selandia Baru bisa mencapai Rp50 juta per bulan.

Baca Juga: Penataan Pasar Parung Demi Kembalikan Fungsi Jalan, Wujudkan Ketertiban dan Kenyamanan Warga

Meski demikian, para santri tidak langsung diberangkatkan sebagai pekerja formal. Mereka terlebih dahulu menjalani masa magang di Turki atau Mesir guna menguji kesiapan mental dan kejujuran.

Program ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Sukabumi. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menilai langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini berada di angka 8,90 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lebaran Depok 2026 Siap Digelar Tanpa APBD

Kamis, 16 April 2026 | 13:59 WIB
X