Rabu, 1 Februari 2023

Empat Camat Pilihan Ade Yasin Isi Eselon II

- Sabtu, 24 Agustus 2019 | 09:31 WIB

METROPOLITAN - Setelah kosong selama delapan bulan, akhirnya delapan posisi Ese­lon II di Kabupaten Bogor diisi melalui proses open bid­ding. Bupati Bogor Ade Yasin menggunakan hak preroga­tifnya memilih para pejabat untuk menduduki delapan kursi yang kosong.

Delapan orang pilihan Ade Yasin itu yakni Muliadi yang didapuk sebagai kepala Di­nas Kebudayaan dan Pari­wisata (Disbudpar), Entis Sutisna sebagai kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Ade Jaya Munadi sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masy­arakat dan Desa (DPMD), Zulkifli sebagai kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Ma’mur sebagai kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Dam­kar) dan Djuanda Diman­syah sebagai kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

Untuk staf Ahli Bidang Ad­ministrasi dan Keuangan diduduki Dadi Gumilar, asi­sten Pemerintahan dan Ke­sejahteraan Rakyat didu­duki Reynaldi Yushab Fian­syah dan Azzhahir mendu­duki staf Ahli Bidang Pe­merintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat, melalui assessment.

Ade Yasin mengaku menaruh harapan yang sangat besar untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, kepada para pejabat yang dilantik. Terutama yang di Eselon II. ”Yang saya tekankan itu ke­pada para kepala dinas yang terpilih untuk bekerja dengan baik, mendorong visi-misi agar berjalan dan semuanya harus menjadi pelayan ma­syarakat,” pintanya.

Ade Yasin mengaku Kabu­paten Bogor memang me­miliki beberapa catatan buruk, seperti transparansi publik, baik dari segi ang­garan maupun informasi. ”Saya juga sudah membuat surat pakta integritas yang di dalamnya terdapat akun­tabilitas dan itu adalah ba­gian dari komitmen para pejabat ini nantinya,” tegas­nya.

Sesuai dengan janjinya minggu lalu saat melantik 103 pejabat Eselon III dan IV, pejabat di Bumi Tegar Beriman akan dirombak habis-habisan oleh Bupati Ade Yasin. Menurutnya, itu semua diambil berdasarkan hasil penilaian dari tim pe­nilai. Selain itu, percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat juga menjadi alasan utama Ade Yasin me­rotasi mutasi pejabat yang ada. ”Ini bukan reward atau­pun punishment, tetapi un­tuk melakukan pembenahan menuju Kabupaten Bogor lebih baik,” katanya.

Menurut politisi PPP itu, dirombaknya jajaran birokrat di Bumi Tegar Beriman mer­upakan awal dari perbaikan birokrasi yang ada di Bumi Tegar Beriman. Dalam waktu dekat ini, orang yang akrab disapa AY itu menyatakan akan melakukan pelantikan lagi. ”Ini masih sedikit, masih ada lagi nanti. Karena dari 18.000 PNS, masih baru sedikit yang kita rotasi mutasi. Bertahap lah ya,” ungkapnya.

Dengan adanya rotasi mu­tasi yang dilakukan, AY ber­harap nantinya para pejabat yang sudah dilantik dan di­ambil sumpahnya mampu mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat. ”Yang memang kami butuhkan ada­lah sebuah teamwork yang bisa bekerja cepat. Ya ini wa­jar lah, dalam satu pemerin­tahan kan saya juga belum pernah rotasi mutasi,” lanjut­nya.

Agar program yang ada da­pat berjalan baik, ia memin­ta jika memang ada keku­rangan agar diinformasikan untuk evaluasi. ”Jadi kita sudah menghapuskan pola lama, yang ini sudah jadi biasa, ini sudah biasa. Yang kalau biasa tapi tidak berman­faat untuk apa,” pungkasnya. (cr2/c/mam/run)

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X