Rabu, 1 Februari 2023

Kecewa Pembangunan Hanya Tata Wajah Kota Bogor, Dewan : Dana Sarpras Kelurahan Malah Diabaikan

- Senin, 20 Desember 2021 | 12:22 WIB
Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya. (IST)
Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya. (IST)

METROPOLITAN.id - Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya menyoroti beberapa proyek strategis infrastruktur Kota Bogor yang hanya tersentra di wajah perkotaan. Sebut saja, penataan kawasan Suryakencana, pembangunan pedestrian Jalan Sudirman hingga Alun-Alun Kota Bogor. Namun kurang memprioritaskan alokasi dana sarana prasarana (sarpras) kelurahan. "Sementara, di wilayah pinggiran tidak tersentuh, apalagi yang berhubungan dengan masyarakat," katanya. Ia mengaku bukan tidak setuju dengan penataan wajah kota. Tetapi, menurutnya apapun bentuk pembangunannya harus seimbang agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "APBD harusnya menyentuh dan dirasakan masyarakat langsung. Contohnya jalan-jalan alternatif tidak dibiarkan rusak parah, terlebih jalan dilingkungan juga kurang mendapat perhatian pemerintah," tandasnya. Politisi PDI Perjuangan itu berpendapat, seharusnya pemkot bisa mengakomodir usulan aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel). Bukan tanpa alasan, kata dia, hal itu tertuang dan diamanahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan dan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan. "Dimana anggaran APBD tahun 2021 tembus diangka Rp2,6 triliun, bahwa alokasi anggaran APBD 5 persen setelah di potong Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sarpras di 68 kelurahan," tukasnya. Namun, pada kenyaatannya, sambung dia, alokasi sarpras sebagai amanah regulasi diabaikan. "Dan terjadi lagi di APBD tahun 2022, alokasi sarpras hanya dibawah Rp175juta setiap kelurahan," tegas Atty. Legislator dia periode itu mengaku, pembangunan yang dilakukan di tahun 2021 sangat melukai hati rakyat karena hanya bisa menata kawasan Suryakencana, pedestrian Jalan Sudirman dan Alun-alun Kota Bogor. "Lebih miris lagi gagalnya pembangunan Masjid Agung yang tak kunjung selesai," terangnya. Seharusnya, kata dia, APBD berpihak pada rakyat dan mampu memberi rakyat. kalaupun tidak bisa maksimal setidaknya bisa dirasakan secara optimal. "Saya berharap Wali Kota Bogor Bima Arya tidak mengkhianati amanah rakyat yang telah memberikan suaranya dalam dua kali hajat Pilkada yang memenangkannya dalam panggung kekuasaan hingga 2024," tutupnya. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X