Minggu, 5 Februari 2023

Harga Daging Sapi di Kota Bogor Ikut Meroket, Tembus Rp140 Ribu, Bos Pasar : Harga Dari Peternak dan Impor Naik

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 17:00 WIB
Suasana salah satu pedagang daging di Pasar Jambu Dua Kota Bogor nampak sepi. (Dok. Metropolitan)
Suasana salah satu pedagang daging di Pasar Jambu Dua Kota Bogor nampak sepi. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id - Belum reda persoalan kenaikan harga kedelai impor yang mengerek harga tahu tempe di dalam negeri, kini harga daging sapi turut melonjak. Tak terkecuali di Kota Bogor. Perumda Pasar Pakuan Jaya mencatat hingga Jumat (25/2), harga daging sapi di beberapa pasar rakyat di Kota Bogor, menunjukan lonjakan harga. Bahkan hingga tembus Rp140 ribu per kilogram, di mana harga normal ada di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Di Pasar Bogor misalnya, harga daging sapi tembus Rp135 ribu per kilogram. Padahal, di hari sebelumnya, harga daging sapi di pasar tengah Kota Bogor itu 'hanya' dibanderol Rp130 ribu. Tak hanya di Pasar Bogor, harga daging sapi di Pasar Sukasari juga mengalami kenaikan. Bahkan, harga daging sapi di Pasar Sukasari rata-rata tembus Rp140 ribu per kilogram. Sama seperti Pasar Sukasari, Perumda Pasar Pakuan Jaya juga mencatat harga daging sapi di Pasar Gunungbaru, juga tembus Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan harga daging sapi di beberapa pasar se-Kota Bogor ini dibenarkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir. Menurutnya, ada kenaikan harga yang signifikan untuk komoditi daging sapi. Ia melihat ada beberapa penyebab kenaikan harga tersebut. Diantaranya harga dari peternak dan impor dari Australia dan Selandia Baru yang juga naik. Dari pengamatannya, kisaran harga daging sapi saat ini diantara Rp135 ribu hingga Rp160 ribu. "Iya harga ada kenaikan yang signifikan. (Kisaran) Rp135-160 ribu. (Penyebabnya) harga dari peternak dan impor naik. Impor dari Australia dan Selandia Baru naik harga," tukas Muzakkir. Meski begitu, kata dia, untuk ketersediaan daging sapi di pasar-pasar tradisional di Kota Bogor masih mencukupi. "Kalau stok sih ada," imbuhnya. Ia juga membenarkan adanya kabar bahwa pedagang daging se-Jabodetabek bakal mogok berjualan selama lima hari, terhitung sejak Senin (28/2) hingga 4 Maret nanti. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan monitoring di lapangan. "(Betul) pedagang gaging Jabodetabek diisukan akan tutup 5 hari, mulai 28 Februari sampai 4 Maret 2022. Tapi kami monitor terus dilapangan. Intinya kalau stok sih ada," tuntas Muzakkir. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Nikmatnya Mie Ayam khas Jepang di Depok, Penasaran?

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:18 WIB

Coba Yoga Vinyasa Yuk, Ini Tipsnya buat Pemula

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:32 WIB
X