Rabu, 8 Februari 2023

Bulan Depan Sky Bridge Bojonggede Dibangun, Dishub Mulai Bebaskan Lahan

- Kamis, 10 Maret 2022 | 14:57 WIB
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Muslim Akbar
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Muslim Akbar

METROPOLITAN - Untuk memuluskan pembangunan Sky Bridge atau jembatan layang di Terminal dan Stasiun Bojonggede, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mulai melakukan pembebasan lahan. Sebab pembangunan Sky Bridge ini akan dimulai pada April mendatang. Sekretaris Dishub Kabupaten Bogor Muslim Akbar mengatakan, sebagai pendukung dari pembangunan Sky Bridge di Stasiun Bojonggede pihaknya sudah melakukan beberapa tahapan diantaranya membebaskan lahan sekitar 280 meter. "Mudah-mudahan dapat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, baik yang telah ditetapkan BPTJ maupun dishub sebagai pendukungnya," kata Muslim Akbar. Ia berharap segala proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Sehingga persoalan kemacetan yang terjadi disekitar terminal dan Stasiun Bojonggede dapat segera diatasi dengan baik. Dalam pembangunanya nanti, lanjut Muslim, Terminal Bojonggede tetap akan eksis dilokasi semula. Hanya saja ada beberapa modifikasi yang akan dilakukan menyesuiakan dengan pembangunan Sky Bridge. "Kalau terminal tetap disitu tapi peruntukannya yang akan kita lakukan modifikasi terminal juga akan ditata juga," paparnya. Sebelumnya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjadwalkan pembangunan sky bridge atau jembatan layang di Stasiun Bojonggede akan mulai dikerjakan pada April mendatang. Pembangunan jembatan layang yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Tipe C Bojonggede tersebut sepenuhnya dibiayai oleh APBN senilai Rp 16,5 miliar melalui anggaran BPTJ Tahun 2022. "Jadi kita harapkan groundbreaking dapat dilakukan pada bulan April," kata Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Jumardi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor nantinya akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pembebasan lahan disekitar terminal Bojonggede. Keberadaan jembatan layang tersebut, lanjut Jumardi, diharapkan akan dapat mengurangi kesemrawutan kondisi lalu lintas di sekitar Stasiun Bojonggede yang terjadi seperti saat ini. Dengan jumlah penumpang yang demikian padat, Jumardi mengungkapkan jika Stasiun Bojongede belum didukung dengan keteraturan lingkungan di sekitarnya. Perpindahan moda penumpang KRL dari angkot, kendaraan pribadi maupun ojek ke Stasiun dilakukan di sembarang tempat sehingga selalu menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan yang parah pada jam jam sibuk. "Sehari hari sebelum pandemi bisa dipadati penumpang KRL hingga 65 ribu orang atau 1,86 juta orang perbulan, terpadat ketiga setelah Stasiun Bogor dan Stasiun Bekasi," paparnya. Jembatan layang tersebut akan membentang sepanjang 243 meter dengan lebar 3 meter menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Angkutan Tipe C Bojongede. Pada masing masing ujungnya baik dari sisi stasiun dan terminal akan dilengkapi dengan area semacam hall. Disisi stasiun hall akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator, ramp untuk penyandang disabilitas, toilet, mushola, tapping gate dan ruanhan loket. Sementara itu hall pada sisi terminal akan dilengkapi dengan ramp untuk penyandang disabilitas, toilet dan mushola. (mam)  

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X