Jumat, 3 Februari 2023

Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Pasar Tradisional, Bima Arya: Langka, Tapi Tidak Ada Panic Buying

- Rabu, 16 Maret 2022 | 15:09 WIB

METROPOLITAN.id - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor menggelar pengecekan ketersediaan minyak goreng di sejumlah Pasar Tradisional yang ada di wilayahnya pada Rabu (16/3). Pengecekan dilakukan menyusul masih terjadinya kelangkaan stok minyak goreng di sejumlah warung hingga ritel saat ini. Adapun, pasar tradisional yang di datangi jajaran Forkopimda Kota Bogor sendiri adalah Pasar Bogor, Kecamatan Bogor Tengah. "Kami datang kesini untuk memastikan tidak ada panic buying atau warga membeli secara berlebihan," kata Bima Arya usai meninjau Pasar Bogor. "Dan berdasarkan hasil pengecekan, kita pastikan tidak ada panic buying, tidak ada yang nimbun dan semua sesuai aturan," sambungnya. Menurut Bima Arya, memang saat ini masih ada persoalan di produksi dan distribusi, sehingga menyebabkan kelangkaan stok minyak goreng kemasan di sejumlah pasar, ritel hingga warung-warung. Meski begitu, diyakini Bima Arya, untuk minyak goreng curah terbilang masih aman di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor. Meski, harganya memang sedikit mengalami kenaikan. "(Berdasarkan hasil pengecekan) untuk minyak goreng di pasaran jelas sangat langka, yang sulit ditemukan adalah minyak goreng kemasan," ucap dia. "(Karena) datangnya hanya seminggu sekali, itu pun satu kios (dijatah) dua atau tiga kardus kotak saja," sambungnya. "Tapi, untuk minyak goreng curah itu lebih banyak, walau harganya diatas rata-rata sedikit," ujar Bima Arya. Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memastikan, jajaran Forkopimda Kota Bogor akan menurunkan sebanyak 200 personel gabungan untuk memonitor proses distribusi minyak goreng bisa sampai ke pembeli sesuai aturan, tidak terjadi antrean panjang hingga menimbulkan kericuhan. "Personel gabungan dari Polres, Kodim dan Pemkot ini setiap hari akan memonitor dan mengawasi distribusi minyak di 11 pasar yang ada di Kota Bogor. Kita akan terus monitor sampai bulan Ramadhan nanti," kata Kombes Pol Susatyo. "Sampai dengan saat ini kami belum menemukan adanya pelanggaran yang signifkan, namun tim pengawasan ini fungsinya secara persuasif dan preventif mengimbau ke pedagang untuk tidak mengambil harga berlebihan dan kuantiti yang dibeli oleh pembeli juga tidak berlebihan, artinya satu paket atau satu liter bagi satu orang," tandasnya. (rez) 

Editor: M Reza Malik

Tags

Terkini

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X