Rabu, 8 Februari 2023

Hubungi Sapa Si Gadis Jika Temukan Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak di Bogor

- Kamis, 21 Juli 2022 | 15:50 WIB
Ketua P2TP2A Kabupaten Bogor, Euis Kurniasih Hidayat. (Ist)
Ketua P2TP2A Kabupaten Bogor, Euis Kurniasih Hidayat. (Ist)

METROPOLITAN.id - Kasus kekerasan perempuan dan anak harus menjadi perhatian serius semua pihak. Di Kabupaten Bogor, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Diskominfo telah menyiapkan aplikasi berbasis digital sebagai upaya melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. Di DP3AP2KB, ada sistem bernama Si Gadis (Sistem Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Masyarakat). Si Gadis merupakan sistem pelaporan tindak kekerasan yang menimpa perempuan dan anak secara online. Sistem ini bisa diakses melalui layanan aplikasi atau website www.sigadis.bogorkab. Selanjutnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor juga menyediakan layanan 112 dan layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. "Layanan ini dapat  diakses melalui hotline 021-129 atau whatsapp 08111-129-129," ujar Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor, Euis Kurniasih Hidayat, Kamis (21/7). Kedua layanan tersebut dibuat sebagai strategi percepatan perlindungan perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Bogor. Berdasarkan data P2TP2A, kasus kekerasan yang menimpa anak di Kabupaten Bogor antara lain akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol. Untuk itu, masalah pornografi, pencegahan kekerasan, dan bagaimana menjaga keluarga diperlukan sinergi dengan pihak penegak hukum dan aparat setempat. Tujuannya, agar semua masyarakat melek dan setiap keluarga dapat menjaga anak-anaknya dengan baik. “Tahun 2021 sudah ada Unit Pelaksana Teknis (UPT) DP3AP2KB yang bisa membantu kami dalam proses percepatan,” ungkapnya. Jika biasanya pihaknya melakukan outreach (penjangkauan) kasus lapangan sendiri, kini pihaknya berkomunikasi dengan UPT yang berada di wilayah bersangkutan. “Mereka melakukan penjangkauan, setelah itu kebutuhannya seperti apa baru disampaikan kepada kami dan dibawa ke P2TP2A untuk penanganan selanjutnya," terang Euis. Euis juga menekankan pentingnya peran orang tua mendampingi anak saat mengakses internet. Pendampingan tersebut diharapkan bisa membuat anak bijak dalam menggunakan internet, khususnya bermedia sosial (medsos). Dengan demikian, hak anak terpenuhi sekaligus terlindungi. Menurut Euis, penguatan kepada orang tua dan masyarakat sangat diperlukan. Terlebih, perlindungan dan pemenuhan hak anak harus diwujudkan kapan saja dan dimana saja, tak terkecuali saat mengakses internet. Euis menjelaskan, P2TP2A hanyalah petugas layanan yang menangani kasusnya. Sehingga, sosialisasi pencegahan menjadi tanggung jawab bersama dari semua sektor. "Itu merupakan salah satu prioritas, penguatan, pemberdayaan masyarakat,” ujar Euis, Kamis (21/7). Terkait cita-cita Kabupaten Layak Anak (KLA), Euis menjelaskan, yang penting anak sedapat mungkin terbebas dari kekerasan dan eksploitasi. Namun jika sudah terjadi, harus ditangani segera dan setelah ditangani mereka mendapatkan layanan pasca-trauma. Bahkan jika diperlukan, sang anak bisa ditempatkan di rumah aman (safe house) atau rumah singgah yang sudah disiapkan. “Sebuah bangsa akan besar jika memiliki sikap besar terhadap anak-anak generasi penerus. Mari kita bahagiakan anak-anak kita dengan memenuhi hak mereka seperti hak hidup, tumbuh kembang, pendidikan, berpartisipasi dan bebas dari kekerasan, anak terlindungi Indonesia maju," pungkasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X