Sabtu, 4 Februari 2023

Temuan BPK dan Kejari Soal Potensi Kerugian Negara di Pembangunan RSUD Parung Berbeda

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:15 WIB
RSUD Parung. (Foto: Arifin/Metropolitan)
RSUD Parung. (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor baru saja merilis potensi kerugian negara pada pembangunan RSUD Parung yang mencapai Rp36 miliar. Namun, temuan Kejari tersebut berbeda dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilakukan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Jawa Barat. LHP BPK menyebut potensi kerugian negara pada proyek RSUD di Utara Kabupaten Bogor tersebut sekitar Rp13,2 miliar. Jumlah itu terdiri dari denda keterlambatan pekerjaan Rp10,2 miliar, kelebihan bay­ar atas volume pekerjaan Rp2,96 miliar, dan kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan Rp42,8 juta. Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan angkat bicara soal temuan tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor bakal mempelajari lebih lanjut soal temuan tersebut. "Kita begini, yang namanya kerugian negara itu kita percayakan kepada BPK. LHP BPK sudah keluar, tapi kalau dilihat tidak segitu. LHP BPK, hasil penghitungan BPK, fisik itu kurang lebih kerugiannya itu sekitar Rp10 miliar, kalau temuan volume kurang lebih di Rp3 miliar," ujar Iwan, Selasa (30/8). Iwan mengaku tak mengetahui patameter yang digunakan Kejari dalam audit proyek tersebut. Yang jelas, Pemkab Bogor bakal mempelajarinya lebih lanjut. "Kalau kejaksaan saya nggak tau parameternya apa, yang pasti LHP BPK juga sudah keluar dan kita tindaklanjuti," ungkapnya. Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bogor menemukan adanya potensi kerugiaan negara hingga Rp36 miliar dalam pembangunan RSUD Parung. Potensi kerugian tersebut diduga berasal dari sejumlah pelanggaran seperti mark up material hingga kekurangan volume pekerjaan. “Jadi ada pengurangan spek atau volume dilakukan PT JSE sebagai penyedia jasa. Termasuk mark up harga yang tidak sesuai,” ujar Kepala Kejari Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo, Senin (29/8). Menurutnya, pembangunan RSUD Parung yang menelan anggaran hingga Rp93 miliar seharunya selesai pada 26 Desember 2021. Namun, PT JSE baru menyelesaikannya pada 15 Juni 2022 dari seharusnya selesai dalam 150 kerja sejak 29 Juli 2021. “Meleset sekitar enam bulan dari target yang ditentukan dalam kontrak pekerjaan,” jelas Agustian. Dalam pekerjaan tersebut, PT JSE mendapatkan waktu tambahan atau adendum hingga empat kali. Dalam proses adendum itu, Kejari Kabupaten Bogor mencatat beberapa kerugian negara yang diakibatkan buruknya material dan lambatnya pekerjaan oleh PT JSE. “Perkiraan kerugian negara dari Rp93 miliar lebih, pertama akibat mark up harga itu sekitar Rp13,8 miliar. Lalu kekurangan volume sekitar Rp22 miliar. Total kerugian negara sekitar Rp36 miliar belum termasuk denda yang harus dibayarkan oleh pelaksana,” pungkasnya. Sementara itu, BPK Jawa Barat menemukan adanya kelebihan bayar pada proyek pembangunan RSUD Parung, Kabupaten Bogor, sebesar Rp13,2 miliar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor pun bakal memotong pembayaran ke kontraktor untuk mengembalikan potensi kerugian negara tersebut. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina, men­gatakan, pembangunan RSUD Parung sudah masuk tahap finalisasi. Namun, pihaknya belum membayarkan sepenuh­nya hasil pekerjaan kepada penyedia jasa, yakni PT Jaya Semanggi Engineering (JSE). Untuk itu, pihaknya tak perlu menagih kelebihan bayar sesuai rekomendasi BPK. Ia bakal memotong langsung pembayaran ke pihak kon­traktor. “Kan memang belum dibayarkan 100 persen. Jadi kita tinggal potong,” ujar Mike, Kamis (25/8). Saat ini, Mike mengaku pi­haknya sedang melakukan pemberkasan untuk meninda­klanjuti rekomendasi BPK. “Jadi memang sedang proses menjalankan rekomendasi itu, terutama soal kelebihan bayar dan denda keterlam­batan. Nanti kan tinggal di­potong, karena memang be­lum dibayarkan semua kan masih masa pemeliharaan,” ungkapnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X