Rabu, 1 Februari 2023

Oknum Guru Tipu Guru di Bogor, Rugi Ratusan Juta, Sudah Lapor Polisi hingga Disdik tapi...

- Senin, 10 Oktober 2022 | 15:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

METROPOLITAN.id - Niat ingin meraup untung dengan berinvestasi, nasib tidak menguntungkan malah harus diterima seorang guru di Bogor, Laely. Ia dan suami diduga kena tipu oknum guru lain dengan modus investasi usaha berjualan telur dan toko sembako. Sejatinya peristiwa yang terjadi sejak awal 2021 ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Diduga oknum guru SD di Kabupaten Bogor itu disebut sudah berstatus Dalam Pencarian Orang (DPO) oleh Polresta Bogor Kota. Meskipun disebut tidak pernah masuk sekolah untuk mengajar, oknum guru berinisial R itu masih mengajar alias aktif dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Bogor. "Saya sudah lapor ke Polresta Bogor Kota sejak tahun lalu, infonya sudah DPO. Tapi saya cek ke sekolahnya, kepala sekolahnya bilang nggak pernah masuk. Tapi data Dapodik-nya hijau, artinya masih aktif dan terima gaji. Ini yang saya nggak habis fikir," kata Laely kepada Metropolitan.id, belum lama ini. Ia menceritakan, awalnya ia dan suami tergiur investasi usaha telur yang ditawarkan R. Apalagi, R selalu menunjukan foto tempat usaha atau toko sembako di Cilebut, Rumpin hingga Laladon, Kabupaten Bogor. Setelah ditelusuri oleh Laely, rupanya tidak ada alias fiktif. "Belum lagi dia kan PNS, nggak mungkin aneh-aneh lah ya karena punya kode etik seperti saya. Juli 2020 saya investasi Rp100 juta, dengan perjanjian keuntungan 3 persen atau setara Rp3 juta per bulan, dan setahun kemudian uang investasi kembali. Makanya saya percaya," ujarnya. Hingga akhir 2020, perjanjian tersebut berjalan lancar sampai pada Februari 2021, R mendadak sulit dihubungi dan ditemui. Ia pun melaporkan hal ini ke Polresta Bogor Kota pada Agustus 2021 atau setahun setelah perjanjian, di mana Laely dan suami seharusnya sudah mendapat uang investasi Rp100 juta kembali. Laely dan suami melaporkan hal ini ke Polresta Bogor Kota lantaran perjanjian terjadi di wilayah Tanahsareal, Kota Bogor. Tapi sampai saat ini, ia mengaku belum mendapat kabar terkait kasusnya tersebut. "Inikan guru, gampang. Kata kepala sekolah, ini guru sudah ga ngajar di SD-nya. Sedangkan di data Dapodik masih hijau atau masuk (PNS aktif). Penyidik bilang nggak pernah ada (di sekolah)," ketusnya. Ia lalu mengirim surat terbuka ke Disdik Kabupaten Bogor terkait kasus ini pada September 2022. Namun, klaim dia, tidak ada tanggapan. "Saya pun sempat datang ke Disdik Kabupaten Bogor pada tahun lalu. Saya kaget juga kata orang Disdik 'ibu ngapain laporan ke Disdik? Dapodik hijau itu kita hanya menerima laporan dari sekolahnya'. Ya berarti (kepala sekolah dan Disdik) tutup mata dengan guru nakal ini. Janggalnya, pertama, R tidak pernah mengajar. Kedua, kabur dari tuntutan hukum tapi masih digaji," jelas Laely. Ia pun berharap kepolisian bisa segera mengungkap kasus dugaan penipuan yang menimpa dirinya dan suami. Laely juga berharap Disdik Kabupaten Bogor tidak tinggal diam lantaran ada oknum guru yang tersangkut kasus hukum namun masih aktif mengajar atau sebagai PNS. "Yang saya dapat juga korban masih banyak, ada yang invest Rp10 juta, Rp30 juta, Rp80 juta, bahkan ada yang sampai Rp400 juta," tandasnya. Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto juga sempat menjelaskan pihaknya telah melaksanakan proses penyidikan atas laporan nomor LP 148 tanggal 6 Februari 2022 yang dibuat oleh Yana Hermawan atau suami Laely. Pihaknya sudah menaikan laporan tersebut ke tingkat penyidikan dan menetapkan satu tersangka. “Sateskrim Polresta Bogor Kota sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada terduga tersangka,” imbuhnya Polisi juga sedang melakukan pencarian lokasi keberadaan terduga tersangka dan terus berupaya memaksimalkan proses penyidikan kasus yang dilaporkan. “Kami memohon kesabarannya," tutup Dhoni. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X