Sabtu, 28 Januari 2023

Nunggak Pajak? Siap-Siap Jutaan Data STNK Mobil dan Motor di Jabar Terancam Dihapus

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:21 WIB
ILUSTRASI : Pengendara sepeda motor. (Dok. Metropolitan)
ILUSTRASI : Pengendara sepeda motor. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Buat warga Jawa Barat (Jabar) yang biasa menunggak pajak kendaraan, ada baiknya menyimak informasi ini. Sebab data STNK kendaraan yang belum membayar pajak kini terancam dihapus alias bakal jadi kendaraan bodong. Dikutip dari radarbandung.id, potensi kendaraan sepeda motor dan mobil yang kelengkapan suratnya akan hangus karena tak membayar pajak alias berstatus bodong di Jawa Barat mencapai 7,4 juta unit. Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik mengatakan, unit kendaraan yang masuk dalam daftar penghapusan data tersebut, karena selama 5 tahun STNK nya mati, tidak diperpanjang. Kemudian, dalam rentang waktu itu ditambah 2 tahun tidak kunjung membayar pajak. Hal tersebut tertuang dalam UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 74, dimana pada ayat (2) disebutkan bahwa penghapusan regident kendaraan dilakukan bagi kendaraan yang tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK nya. Artinya, kata dia, secara keseluruhan, ada jeda waktu hingga 7 tahun untuk pemilik kendaraan menyelesaikan kewajibannya. Dalam prosesnya, pemilik kendaraan diberikan peringatan kepada pemilik kendaraan beberapa bulan. “Kami mendata potensinya mencapai 7 juta unit, baik kendaraan roda dua dan roda empat. Potensi itu artinya (data STNK) dapat dihapus karena tidak menggunakan kesempatan dan tidak mengindahkan peringatan,” kata Dedi. “Datanya dihapus, bukan disita (kendaraannya). Sebelumnya, kami dan juga kepolisian juga tidak langsung melakukan penghapusan data. Upaya sosialiasi dan edukasi terkait kebijakan penerapan penghapusan data kendaraan akan dilakukan secara masif di Jawa Barat. Termasuk upaya dalam melaksanakan program pemutihan pajak pada Juli hingga Agustus lalu,” jelasnya. Dedi menambahkan, data 7,4 juta unit kendaraan mobil dan sepeda motor itu didapatkan dari semua wilayah Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Bapenda Jabar pada semester pertama 2022. Dari 34 wilayah P3DW Bapenda Jabar, ada 5 wilayah dengan potensi penghapusan data kendaraan tertinggi. Di antaranya, Kabupaten Bekasi 791,850 unit, Kota Bekasi 773,145 unit. Lalu, Kabupaten Bogor 697,492 unit, Kota Bandung 673,204 unit dan Kota Depok 565,807 unit kendaraan bermotor. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyatakan bahwa pihaknya dan stakeholder terkait segera memberlakukan aturan penghapusan data kendaraan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan ketaatan masyarakat terhadap pajak dan meningkatkan validitas data kendaraan bermotor. “Kita ingin data ini kita pastikan valid karena dengan valid data, pemerintah bisa mengambil kebijakan. Langkah untuk pembangunan masyarakat dengan lebih baik,” tuntasnya. (sumber : radarbandung.id)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

X