Minggu, 5 Februari 2023

Telur Naik, Daging Ayam Selangit Ganti Harga Jelang Ganti Tahun

- Jumat, 21 Desember 2018 | 07:43 WIB

METROPOLITAN - Peringatan Natal dan pergantian tahun tinggal menghitung hari. Semaraknya mulai terasa di tiap sudut kota. Namun dibalik kemeriahannya, harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik. Harga telur melejit, sementara daging ayam melangit.

Di Pasar Gunungbatu, Kota Bogor, kenaikan daging ayam mencapai Rp4.000 – Rp8.000 dari harga normal sekitar Rp36.000- Rp38.000 perkilogram. Tak mau ketinggalan, tulur pun ikut naik. Kenaikannya mencapai Rp2.000 perkilogram dari harga normal sebesar Rp25.000.

“Kalau ayam udah diatas Rp40.000 perkilo. Kalau telur sekarang bisa Rp27.000 lebih perkilo. Sudah sejak awal bulan,” kata salah satu pedagang, Carlie.

Kenaikan harga pun sudah dirasakan oleh pelaku usaha katering. Pemilik Katering Z&D, Slamet Warsono mengaku kenaikan sudah dirasa sejak minggu-minggu ini.

Beberapa bahan pokok yang naik salah satunya adalah daging ayam. Sehari-hari, Slamet biasanya membeli ayam dengan harga Rp30.000. Namun belakangan ini, harganya bisa mencapai Rp35.0000 – Rp38.000.

Selain itu, harga telur juga diakuinya mengalami kenaikan. Ada kenikan dari harga agen yang biasanya Rp25.000 perkilogram menjadi Rp27.000 – Rp28.000. Sementara untuk sayuran, mengalami kenaikan juga namun tidak terlalu signifikan.

“Beras juga lumayan, biasanya yang harga 110 ribu perkarung kecil isi 10 kilogram cukup bagus. Tapi sekarang 110 itu cuma dapet yang di bawahnya, agak kuning berasnya. Yang cukup naik itu ayam, telur, beras sama daun pisang ikut naik juga. Rp8000 sekarang bisa Rp12.000 – Rp15.000, itupun susah dicari,” tutur Slamet.

Bagi Slamet, kenaikan harga bahan pokok seperti ini cukup berdampak pada usaha yang digelutinya sejak 2002 lalu. Sebab, di kondisi saat ini, dirinya merasa tidak mungkin menaikan harga. Di sisi lain, persaingan di dunia katering ini semakin banyak. Sebagai solusinya, Slamet terpaksa memangkas ukuran atau isi kateringnya meski harus mendengar komplain dari konsumennya.

“Opsinya mengecilkan ukuran atau isi. Misal biasanya ayam satu kilo dipotong 8 jadi potong sembilan. Kadang ada pelanggan yang mengerti, ada juga yang ngeluh misal alasannya udah langganan ko dinaikin. Ada juga yang seperti itu. Karakter konsumen beda-beda,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB
X