Jumat, 3 Februari 2023

9 Fakta Lieus Sungkharisma, Pernah Ditangkap Polisi hingga Jadi Loyalis Jokowi dan Prabowo

- Rabu, 25 Januari 2023 | 06:24 WIB
Lieus Sungkharisma aktif sebagai aktivis dan pendukung capres. (Foto: Tangkap layar dari Instagram @lieussungkharismaofficial) (Instagram @lieussungkharismaofficial)
Lieus Sungkharisma aktif sebagai aktivis dan pendukung capres. (Foto: Tangkap layar dari Instagram @lieussungkharismaofficial) (Instagram @lieussungkharismaofficial)

 


METROPOLITAN.id - Lieus Sungkharisma meninggal dunia, Selasa 24 Januari 2023 malam. Nama Lieus sendiri terkenal karena menjadi aktivis sejak zaman orde baru.

Ia sempat menjadi sorotan publik saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Dari berbagai sumber yang dirangkum Metropolitan.id, berikut fakta tentang Lieus Sungkharisma:

1. Pengusaha dan Aktivis

Dalam buku berjudul "Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia" yang ditulis Sam Setyautama, dijelaskan bahwa Lieus Sungkharisma memiliki nama asli Li Xue Xiung. Dia lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober 1959. Sejak muda, Lieus memang sudah dikenal sebagai aktivis. Dia pernah menjadi Bendahara Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sempat menjadi kader Partai Golkar.

Baca Juga: Aktivis Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Dia juga pernah aktif di AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) dan merupakan mantan ketua Generasi Muda Buddhist Indonesia (Gema Budhi). Lalu ketika Lieus menjadi pengusaha, dia sempat menjadi Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society sekaligus Vice President The World Peace Comittee. Selain itu, Lieus juga pernah mengelola Tabloid Naga Post.

2. Jadi Kader Golkar dan Bikin Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti)

Pada 5 Juni 1998, Lieus bersama Gunawan Tjahjadi dan enam kawan lainnya mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti). Dalam buku "Setelah air mata kering: masyarakat Tionghoa pasca-peristiwa Mei 1998" yang disusun oleh I. Wibowo dan Thung Ju Lan, dijelaskan bahwa partai ini didirikan karena keresahan Lieus dan kawan-kawannya atas ketidakdilan yang kerap dialami etnis Tionghoa.

Menurut Lieus, selama masa 32 tahun kepemimpinan Pemerintah Orde Baru Soeharto, hak politik masyarakat Tionghoa telah dikebiri. Meskipun dia sendiri pernah menjadi kader Golkar. Melalui Parti, Lieus dan kawan-kawannya berjuang untuk menyuarakan semangat nasionalisme keindonesiaan dari masyarakat Tionghoa.

Halaman:

Editor: Fadlya El'Arsya

Tags

Terkini

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB
X