Minggu, 5 Februari 2023

Kecewa Dengan Kekalahan, Mahalnya Tiket Tak Sebanding : Kronologi Kerusuhan Indonesia vs Malaysia

- Jumat, 6 September 2019 | 22:00 WIB

METROPOLITAN - Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus rela menelan kekalahan 2-3 dari Malaysia di laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia grup G. Digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karmo (SUGBK), kekalahan Indonesia atas Malaysia harus diwarnai kerusuhan oleh oknum suporter.

Sekelompok oknum suporter Indonesia membuat keributan ketika laga berjalan dengan menyerang suporter timnas Malaysia. Saat laga Indonesia vs Malaysia memasuki sekitar menit ke-70, oknum suporter tuan rumah dari tribune selatan turun ke lapangan dan mencoba menyerang suporter Malaysia yang menempati tribune sisi barat daya.

Sejumlah oknum supoter menaiki pembatas tribune dan turun mencoba menuju tribune fans Malaysia. Ada pula pelemparan smoke bomb, botol-botol, dan berbagai benda lainnya yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab bahkan hingga menyebabkan satu orang suporter Malaysia harus ditandu untuk mendapat perawatan.

Setelah sempat mereda dan laga selesai, kerusuhan ternyata berlanjut ke luar stadion. Seusai wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, oknum suporter Indonesia mulai bertingkah beringas, botol, bambu, dan benda-benda lainnya mulai mengarah ke suporter Malaysia.

Para suporter Malaysia terlihat kocar-kacir hingga mereka berlari ke arah VVIP. Petugas Polri dan TNI pun terus memberikan keamanan kepada suporter Malaysia. Namun, kekecewaan dari oknum suporter Indonesia kembali mereka luapkan, kali ini di depan pintu VVIP Barat.

Awalnya mereka hanya meneriakan tentang payahnya skuat Timnas Indonesia yang takluk dari Malaysia.

“Tiket mahal prestasi melempem,” teriak salah seorang suporter.

“Kembalikan Garuda kami, kami rindu Garuda yang dulu,” nyanyi para suporter.

Kekecewaan yang berawal dengan protes biasa saja tiba-tiba menjadi anarkis, sekerumunan oknum suporter mulai melempar botol minuman ke arah pintu VVIP. Situasi semakin parah saat sekelompok suporter melihat polisi mulai bergerak maju, namun massa semakin beringas. Kondisi semakin membaik saat salah seorang petugas berbicara dengan pengeras suara.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Nikmatnya Mie Ayam khas Jepang di Depok, Penasaran?

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:18 WIB

Coba Yoga Vinyasa Yuk, Ini Tipsnya buat Pemula

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:32 WIB
X