Sabtu, 28 Januari 2023

Transgender di Bogor Sudah Bisa Punya KTP-el, yang Ingin Ubah Keterangan Jenis Kelamin Harus Punya Ini

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:19 WIB

METROPOLITAN.id - Transgender di Kabupaten Bogor sudah bisa memiliki KTP-elektronik. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor sudah membuka fasilitas bagi kaum transgender untuk mengurus surat-surat kependudukan mereka. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Ani Nurhaeni mengatakan, perekaman KTP-el untuk transgender ini diperuntukkan bagi mereka yang tidak memiliki identitas sebagai warga Bumi Tegar Beriman. “Untuk transgender sama dengan masyarakat umunya, jadi mereka yang belum mempunyai identitas kita beri fasilitas untuk membuat identitas di Disdukcapil,” ujar Ani, Kamis (19/8). Sementara bagi transgender yang ingin mengubah keterangan jenus kelamin pada KTP-el dan kartu keluarga (KK), harus melampirkan keterangan dari dokter maupun Pengadilan Negeri Cibinong. “Melampirkan surat keterangan seperti atas nama A sudah berubah jenis kelaminnya menjadi perempuan,” katanya. Menurutnya, transgender yang berada di luar daerah Kabupaten Bogor yang belum memiliki identitas apapun, bisa melakukan perekaman di Disdukcapil. Namun, harus membawa surat pengantar dari RT dan RW hingga demerintah desa/kelurahan setempat. “Di luar Kabupaten Bogor bisa, tapi tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor, bisa lakukan perekaman. Tapi harus sesuai SOP juga, yakni membawa surat keterangan dari RT dan RW serta Pemdes di tempat mereka tinggali dan nantinya kami akan proses,” terang Ani. Pada Rabu (18/8) kemarin, Ani menyebut ada 15 transgender yang datang ke Disdukcapil Kabupaten Bogor untuk melakukan perekaman. Kebanyakan dari mereka berasal dari wilayah Bogor Barat. Kata Ani, mereka menyambut baik fasilitas ini. “Ada yang dari Leuwiliang, ada Dramaga, macem-macem. Tapi memang kebangakan ada di wilayah Bogor Barat, kalau perkotaan kurang. Mereka kita sambut baik, dan mereka bahagia,” akunya. Ani juga menyebut perekaman identitas kependudukan bagi trnsgender bukan tanpa kendala. Sebelumnya, ada kesulitan karena mereka sulit ditemui pihak pemerintahan daerah ataupun di wilayahnya. "Mungkin takut, terus malu, ribet, susah. Jadi selama ini juga mungkin tidak ada fasilitas dan koordinasi, tidak ada perhatian," ucap Ani. Mengatasinya, Ani mengklaim pihaknya sudah gerak cepat dengan berbagai cara. Salah satunya menghubungi kaum transgender lewat RT setempat. Namun katanya, kaum transgender sulit ditemui dan dihubungi. "Kalau secara pribadi, mereka nggak mau mungkin malu, tapi kita langsung hubungi dari pihak komunitasnya. Alhamdulillah sekarang mereka sudah bisa merekam identitasnya," ungkapnya. (cr1/b/fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

X