Rabu, 8 Februari 2023

Bima Arya Bakal Panggil PDJT, Dalami Kabar Hilangnya Puluhan BPKB Kendaraan

- Selasa, 9 November 2021 | 17:16 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya. (IST)
Wali Kota Bogor Bima Arya. (IST)

METROPOLITAN.id - Di tengah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan status hingga proses seleksi kursi direktur yang sedang berjalan, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) kembali kabar tak mengenakan. Tersiar kabar, 30 dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan roda empat dan tiga dokumen BPKB kendaraan roda dua milik PDJT hilang sejak 2017 lalu. Hal ini pun sampai ke telinga Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia mengatakan bahwa dirinya akan mengecek terlebih dahulu terkait kebenaran kabar tersebut. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum mendapat laporan apapun. "Saya belum dapat laporan, nanti saya cek dulu," katanya kepada Metropolitan.id di Bigland Hotel Kota Bogor, Selasa (9/11). Bima Arya juga menegaskan bakal segera memanggil PDJT untuk memastikan banyak hal, baik kabar hilangnya dokumen kendaraan milik PDJT itu maupun pertanggungjawaban dari manajemen yang lalu. "Harus ada pertanggungjawaban manajemen sebelumnya? ya pasti lah. Harus bisa dijelaskan. Nah nanti kita liat apakah itu kelalaian administrasi, atau ada hal hal lain. Nanti saya panggil dulu PDJT-nya. Nanti saya cek dulu saya belum dapat laporan," tegasnya. Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menuturkan bahwa Pemkot Bogor tengah melakukan pembenahan manajemen PDJT. Menurutnya, permasalahan itu terungkap karena ada proses pembenahan. "Kalau tidak ada pembenahan tidak ada kemajuan," tandasnya. Terkait dokumen yang hilang, bisa kembali ditimbulkan setelah diproses keterangan kehilangannya. "Pertanggungjawaban tentu ada, dengan kondisi pandemi berkepanjangan dan beban masa lalu yang cukup kompleks," tukas Dedie. Hal itu juga sempat memancing reaksi Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin. Menurutnya hal ini menunjukan kebobrokan PDJT. Dengan tegas ia mengatakan bahwa hal ini merupakan buntut ketidakmampuan dalam mengelola perusahaan. "Masalahnya itu kan aset. Bagaimana mereka mengelola aset itu sampai bisa hilang? Bagaimana kalau mengelola aset yang lebih besar?" ketusnya. Sehingga, kata dia, manajeme PDJT di era tersebut harus tanggungjawab atas hilangnya dokumen itu. "Siapa yang menghilangkan, dia yang bertanggung jawab. Hilangnya ketika dipimpin oleh siapa, kemana hilangnya. Apakah digadaikan atau bagaimana. Kita nggak tahu," tuntas ZM, sapaan karibnya. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X