Sabtu, 28 Januari 2023

Dinkes Targetkan 2024 Kabupaten Bogor Bebas Stunting

- Kamis, 1 Desember 2022 | 18:00 WIB

METROPOLITAN.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Bogor. Terlebih dari 160 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Bogor memiliki angka stunting cukup tinggi. Sehingga, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah prioritas untuk dilakukan percepatan pengentasan stunting. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina, mengatakan, Kabupaten Bogor dipilih pemerintah pusat menjadi salah satu daerah sebagai lokus intervensi stunting sejak 2019. “Angka stunting Kabupaten Bogor cukup tinggi berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013. Penentuan lokus sebagai upaya percepatan, bertujuan untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting serta mempermudah koordinasi dan pelaksaan pilar penanganan stunting,” kata Mike. Untuk menekan angka stunting, Mike mengaku pihaknya telah memasukkan peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat sebagai salah satu sasaran yang harus dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023. Selain itu, salah satu indikator tercapainya target tersebut yakni menurunnya prevalensi stunting balita hingga 12,83 persen pada 2023. Untuk mencapainya, telah dicanangkan Gerakan Bogor Bebas Stunting (Gobest) di tahun 2023. Menurutnya, upaya penurunan stunting akan lebih efektif bisa intervensi gizi spesifik dan sensitif dilakukan secara terintegrasi atau terpasu dengan melaksanakan 5 pilar dan 8 aksi integrasi. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hadijana menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab Bogor untuk menurunkan angka stunting melalui intervensi spesifik seperti imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita serta pemantauan pertumbuhan. "Capaian terakhir bulan imunisasi anak nasional di Kabupaten Bogor, sudah mencapai target 95,17 persen dan berdasarkan data Dinkes angka stunting di Kabupaten Bogor per November 2022 berada diangka 4,78 persen," kata Hadijana. Menurutnya, permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama dan lintas sektoral. Untuk itu sinergi dan kolaborasi lintas sektor dan stakeholder perlu terus ditingkatkan untuk penanganan stunting yang lebih terintegrasi dan komperehensif. Apalagi pemerintah pusat menargetkan turun 14 persen pada tahun 2024, dan provinsi menargetkan sebesar 17,2 persen. “Kami Pemkab Bogor berkomitmen melakukan intervensi stunting secara menyeluruh demi tercapainya Bogor Bebas Stunting di tahun 2024. Percepatan penanganan dan penajaman sasaran stunting pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa dari 14 kecamatan, dan tahun 2021 sebanyak 68 desa di 26 kecamatan, serta tahun 2022 telah ditetapkan 104 desa di 34 kecamatan sebagai lokus fokus intervensi stunting,” ungkapnya. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

X