Rabu, 8 Februari 2023

Suamiku Dijebak Janda (Habis)

- Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:43 WIB

Suamiku teramat kaget karena usia kehamilan Riri dan jenis kelaminnya perem­puan. Dulu Riri selalu bilang anaknya lelaki ketika dia minta uang untuk USG. Ketika itu Riri pun menolak diantar suamiku.

Setelah beberapa hari Riri kos sendiri, dia pamit kepada orang tuanya kalau dia bekerja di sebuah show room motor. Orang tuanya mengizinkannya. Di sinilah waktunya aku berperan. Aku membiayai segala kebutuhan Riri. Setiap minggu aku mengirimi uang buat Dara, anaknya. Saat Riri kos aku depresi, takut terjadi apa apa. Namanya juga ngurusi orang hamil tua, tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tempat kosnya pun jauh dari rumahku. Adanya di lantai 2 dengan tangga sempit.

Pikiranku sangat kotor, nanti bagai mana kalau Riri jatuh dari tangga, bagaimana kalau ’dikerjain’ tetang­ganya, karena lingkungannya aku rasa bukan lingkungan yang benar, bagaimana kalau nanti terjadi apa-apa waktu melahirkan? Aku stres dibuatnya.

Akhirnya waktu melahirkan tiba. Karena melahirkan secara sesar, jadi sudah dijadwalkan oleh dokter ketika pertama kali aku ajak pe­riksa yaitu Senin. Aku pun mengan­tarnya, mengurusinya dan membi­ayainya. Setelah dokter membole­hkan, kami pulang. Riri dijemput dua temannya. Atas kesepakatan kami berdua sejak dulu anaknya aku ambil.

Aku jemput Riri pulang, tadinya Riri tidak mau satu mobil dengan kami, dia minta dicarikan taksi. Ka­rena taksinya tidak ada, Riri ter­paksa mau diantarkan pulang oleh kami. Akhirnya Riri dan teman-te­mannya turun di sebuah restoran untuk makan. Di situlah kami ber­pisah. Aku pesankan mereka maka­nan dan aku kasih uang buat Riri dan tanda tangan surat adopsi anaknya. Akhirnya kami berpisah.

Aku pulang bersama anaknya. Sam­pai saat ini anaknya aku rawat dengan baik. Anaknya tumbuh menjadi anak yang cantik. Suamiku sangat meny­ayanginya. Tapi, kenapa sampai saat ini rasa sakit hatiku tidak pernah hi­lang? Seolah kebahagiaanku telah direnggut olehnya.

Rasa sakit hatiku ketika suamiku mengkhianatiku, meski aku tahu suamiku hanya dijebak. Suamiku yang dituntut hampir tujuh bulan seolah-olah miliknya. Sakit hati ka­rena ingin menyingkirkanku dari dunia ini. Sampai saat ini luka ha­tiku belum juga sembuh. Aku ingin belajar bangkit dari ke­terpurukan ini. Aku tahu suamiku pasti merasakan sakit hati yang amat dalam. Maaf Riri sampai saat ini aku masih sangat membencimu. Entah sampai kapan kebencianku akan hilang terhadapmu. (cer/mam/py)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Salahkah Aku Menolak Bantu Rawat Keponakan

Kamis, 2 Februari 2023 | 21:00 WIB

Inilah Keputusanku Menikah Beda Agama (2)

Senin, 9 Januari 2023 | 21:01 WIB

Inilah Keputusanku Menikah Beda Agama (1)

Jumat, 6 Januari 2023 | 21:01 WIB

Ayahku Nikah Lagi, Hidupku Berantakan (Habis)

Kamis, 29 Desember 2022 | 21:01 WIB

Sedihnya Aku Hidup Bareng Keluarga Toxic (Habis)

Selasa, 27 Desember 2022 | 21:01 WIB

Sedihnya Aku Hidup Bareng Keluarga Toxic (1)

Senin, 26 Desember 2022 | 21:01 WIB

Menderita karena Cinta (Habis)

Jumat, 23 Desember 2022 | 21:01 WIB

Menderita karena Cinta (2)

Kamis, 22 Desember 2022 | 21:01 WIB

Menderita Karena Cinta (1)

Rabu, 21 Desember 2022 | 21:01 WIB

Suami nggak Kerja, Aku Jadi Tersiksa (Habis)

Selasa, 20 Desember 2022 | 21:01 WIB

Suami nggak Kerja, Aku Jadi Tersiksa (1)

Jumat, 16 Desember 2022 | 21:01 WIB
X