Sabtu, 18 April 2026

BRT Disorot, DPRD Kota Bandung Minta Kualitas Bintang Lima

Muhammad Fazli Imtiaz, Metropolitan
- Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB
Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., meminta proyek BRT digarap secara maksimal. (Ist)
Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., meminta proyek BRT digarap secara maksimal. (Ist)

METROPOLITAN.ID - Proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. DPRD Kota Bandung mendesak pemerintah pusat dan daerah duduk bersama agar pembangunan transportasi massal tersebut tidak asal jadi.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., meminta Pemkot Bandung dan Kementerian Perhubungan segera melakukan pembahasan bersama. Ia menegaskan, BRT merupakan proyek strategis nasional yang harus dijaga kualitasnya.

"Jangan sampai ada pembangunan fisik, tapi hasilnya jelek. Kan anggarannya bintang lima, jangan sampai hasilnya kaki lima," ujarnya.

Baca Juga: Chelsea Dibantai Manchester City 0-3, The Blues Ulangi Catatan Buruk 28 Tahun Lalu

Seperti diketahui, Wali Kota Bandung sebelumnya membekukan sementara izin pembangunan proyek BRT. Kebijakan itu diambil setelah ditemukan sejumlah persoalan kualitas pengerjaan di lapangan.

Uung mengingatkan, sejak awal dirinya telah mewanti-wanti agar proyek ini mendapat perhatian serius.

Ia menilai, pembangunan BRT harus mencerminkan standar kelas nasional dan tidak mengalami keterlambatan seperti proyek infrastruktur sebelumnya, salah satunya flyover Nurtanio.

Baca Juga: Siapa Aripat? Sosok Pria yang Dikabarkan Dekat dengan Nathalie Holscher

"Anggaran di kementerian cukup besar, jadi hasilnya harus bintang lima," tegasnya.

Selain kualitas fisik, Uung juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui tujuan dan manfaat kehadiran BRT.

"Sosialisasi harus terus dilakukan sampai BRT ini diluncurkan," katanya.

Baca Juga: Kemenag Cianjur Klaim Sudah Tuntaskan Tunggakan Pembayaran Petugas Kebersihan

Ia juga mengingatkan Pemkot Bandung untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap lalu lintas dan kondisi sosial masyarakat. Salah satu titik yang disorot adalah Jalan Sudirman yang akan dilalui jalur BRT.

Menurutnya, ruas Jalan Sudirman saat ini sudah cukup sempit, terlebih setelah adanya penambahan trotoar. Dengan masuknya jalur BRT, potensi kemacetan dinilai semakin besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X