Sabtu, 4 Februari 2023

Kemensos Pastikan Pengembangan Vokasi Disabilitas

- Selasa, 15 Desember 2020 | 16:03 WIB

METROPOLITAN - Kemen­terian Sosial (Kemensos) me­mastikan program peng­embangan kemampuan vo­kasi terhadap penyandang disabilitas terus berlanjut. Meski Indonesia kini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibi­nong, Kabupaten Bogor. Ke­mensos melakukan program penjangkauan dan menyalur­kan bantuan kepada penyan­dang disabilitas di seluruh Indonesia. Kepala BBRVBD Cibinong, Manggana Lubis, menjelaskan melalui program penjangkau­an ini Kemensos mengasah kemampuan vokasi para penyandang disabilitas. Seka­ligus menguatkan akses me­reka pada dunia kerja. Salah satu program di tempat ini adalah mengasah keteram­pilan penyandang disabilitas dalam daur ulang kertas, ke­rajinan tangan (handycraft), menjahit dan juga membatik. “Program penjangkauan ini dilakukan bersama dunia usaha, serta juga pemerintah daerah (pemda), Balai Latihan Kerja (BLK) dan kalangan per­bankan,” urai Manggana mel­alui keterangan tertulis, Senin (14/12). Ia menuturkan, BBRVBD Cibinong bekerja sama dengan BLK milik Dinas Tenaga Kerja untuk kegiatan menjahit. Saat ini ada 16 penerima manfaat. Kemudian dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sebanyak 75 penerima manfaat mengikuti penjangkauan dalam bidang mengolah bahan daur ulang kertas dan handycraft. Kemudian di Kabupaten Se­marang, BBRVBD Cibinong bekerja sama dengan Balai Berkat menyelenggarakan program penjangkauan ter­hadap 32 penerima manfaat untuk daur ulang kertas dan batik tulis. Bahkan, sambung Mang­gana, di Kabupaten Tangerang ada pula 22 orang mengikuti program mengelola kedai kopi. “Lalu dengan BLK di Kabupaten Sukabumi ada 16 orang yang mendapatkan pe­latihan. Kemudian kita kerja sama untuk 75 orang dengan Dinas Sosial Kabupaten Su­kabumi, dibagi masing-masing 25 orang pelatihan daur ulang kertas, tata boga dan handy­craft,” tutur Manggana. Ia menyampaikan paling banyak penyandang disabili­tas ingin mengasah kemam­puan untuk kelas call center. Menurutnya, sebanyak 90 persen penyandang disabilitas yang dibina kini bekerja di bank milik pemerintah maupun bank swasta. Kemensos juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) ke­pada 23.700 penyandang disa­bilitas di seluruh Indonesia melalui program bansos ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas). Nilai bantuan yang diberikan adalah Rp2 juta per penerima manfaat per tahun. Bantuan ini kebanyakan di­gunakan untuk mendukung biaya kebutuhan dasar me­reka. (*/feb/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Kunker ke Kota Kisarazu, Bima Arya Perkuat Kerja Sama

Senin, 28 November 2022 | 16:01 WIB

Bantu Korban Gempa Cianjur, Antam Turunkan ERG

Kamis, 24 November 2022 | 11:08 WIB
X