Sabtu, 4 Februari 2023

Wajah Sekeliling KRB Berevolusi Jadi Rapi

- Rabu, 15 Desember 2021 | 16:01 WIB

METROPOLITAN - Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor tengah menggeber pembangu­nan pedestrian sepanjang 825 meter di Jalan Juanda, Keca­matan Bogor Tengah, mulai dari kawasan Bogor Trade Mall (BTM) hingga SMAN 1 Kota Bogor. Pembangunan tersebut kini sudah memasuki tahap finishing demi menambah pedestrian baru dan peleba­ran trotoar eksisting yang ada. Jalan dari BTM hingga Bank BNI Juanda sebenarnya mer­upakan jalan yang biasa dilin­tasi pengendara hingga tem­pat mangkal Pedagang Kaki Lima (PKL). Sementara, mulai dari gerai McDonalds hingga SMAN 1, pelebaran pedestrian memakan badan jalan raya. Wali Kota Bogor Bima Arya pun mengatakan, proyek ini dibiayai Pemerintah Pro­vinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Hasilnya, terdapat kemunduran dari target atau deviasi negatif sekitar 5 per­sen. “Saya tidak mau ada yang minus, semua harus positif. Semua harus sesuai jadwal. Kualitas harus terjaga. Saya titip tadi ke depan (pede­strian, red) ini jangan sampai ambles. Sebab, pedestrian di mana-mana kalau pengera­san tidak cukup maksimal, maka akan ambles,” kata Bima. Menurutnya, disulapnya jalan di kawasan BTM-Bank BNI ini lantaran dianggap sudah lama semrawut. Di­mana jalan digunakan mobil untuk mangkal hingga di­kuasai para PKL. Dengan diubah jadi pedestrian, ini diklaim akan lebih berman­faat untuk kepentingan publik. Meskipun Jalan Juanda bakal lebih sempit karena pelebaran pedestrian, tro­toar akan lebih luas dan bisa digunakan pejalan kaki, ba­hkan untuk berolahraga. Terlebih, sudah ada jalur hijau di tengah jalan eksisting dan bakal ditambah jalur khusus sepeda, melengkapi jalur sepeda yang sudah ada sebelumnya di seberang jalan atau di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB). “Ini ruasnya dari mal BTM hingga SMAN 1 Kota Bogor. Biayanya sekitar Rp5,6 mi­liar dari bantuan Pemprov Jabar. Yang sangat penting yakni memastikan dukungan dari perkantoran dan gedung-gedung di sekitar pembangu­nan. Ada penyesuaian dan sterilisasi PKL,” jelasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengungkapkan, da­lam pengerjaan proyek ini ada kendala pada awal pe­kerjaan. Termasuk sosiali­sasi yang belum selesai. Di­mana ada kantor-kantor di sekitar pekerjaan yang punya permintaan. Ia menyebut pengerjaan ini akan mencakup jarak sepan­jang 825 meter dengan lebar bervariasi. Sebab, pihaknya berpatokan dengan badan jalan yang kondisinya tidak sama semua. “Bukan trotoar yang harus sama, tapi badan jalannya. Panjangnya total 825 meter, dengan lebar variatif. Ada yang paling ujung sekitar 7 meter, ada yang 4 meter, dan paling kecil 3 meter,” tutupnya. (eka/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Kunker ke Kota Kisarazu, Bima Arya Perkuat Kerja Sama

Senin, 28 November 2022 | 16:01 WIB

Bantu Korban Gempa Cianjur, Antam Turunkan ERG

Kamis, 24 November 2022 | 11:08 WIB
X